Ani Hasanah Ceritakan Pengalaman Ramadan Lintas Negara di Program KURMA
RRI.CO.ID, Takengon : Program KURMA (Kisah Unik Ramadan) resmi mengawali siarannya di edisi 1 Ramadan 1447 Hijriah di PRO 1 RRI Takengon, Kamis, 19 Februari 2026. Edisi perdana ini menghadirkan Kepala Stasiun RRI Takengon, Ani Hasanah Mubarok, S.Pd., M.Si, sebagai narasumber yang berbagi pengalaman Ramadan lintas negara. Dipandu Madyana dan Nurhayati, siaran siang itu terasa hangat, reflektif, sekaligus inspiratif.
Bagi Ani, Ramadan tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi puasa pertamanya di Takengon sejak bertugas pada Agustus 2025. Ia merasakan suasana berbeda di dataran tinggi Gayo yang berhawa sejuk, membuat ibadah terasa lebih nyaman. Namun menurutnya, di mana pun tempatnya, esensi Ramadan tetap sama: membangun ketakwaan dan memperkuat empati.
Ia mengenang masa kecilnya di Jakarta, ketika motivasi berpuasa masih sederhana—mengejar baju Lebaran dan uang jajan tambahan. Seiring waktu, pemahaman itu tumbuh. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan kesabaran dan kepedulian sosial. Kisah sang ibu tentang raja yang memasak batu demi rakyatnya yang lapar menjadi pelajaran mendalam tentang empati dan tanggung jawab pemimpin.
Pengalaman internasionalnya memperkaya makna Ramadan. Saat tinggal di Arab Saudi, ia menyaksikan bagaimana ritme kehidupan berubah total selama bulan suci. Aktivitas lebih hidup di malam hari, pusat perbelanjaan buka hingga dini hari, sementara siang dimanfaatkan untuk beristirahat agar ibadah malam lebih maksimal. Tradisi berbeda, tetapi semangatnya sama: menghidupkan Ramadan dengan penuh kekhusyukan.
Ia juga pernah merasakan Ramadan di Tiongkok ketika mengikuti kegiatan internasional. Di sana, ia bertemu komunitas Muslim setempat dan mengunjungi Masjid Niujie di Beijing. Meski menjadi minoritas, umat Islam tetap menjalankan ibadah dengan penuh keyakinan. Ia merasakan hangatnya persaudaraan lintas bangsa yang mempertegas bahwa Ramadan menyatukan umat tanpa batas geografis.
Dari Padang hingga Takengon, dari Jakarta hingga Timur Tengah dan Asia Timur, Ani melihat satu benang merah: Ramadan selalu menghadirkan ruang perenungan. Perbedaan budaya, waktu, dan tradisi justru memperkaya pengalaman spiritual. Di tengah kondisi masyarakat yang masih bangkit dari musibah, Ramadan menjadi momentum memperkuat solidaritas dan rasa syukur.
Menutup edisi perdana KURMA, Ani mengajak pendengar menjadikan Ramadan sebagai perjalanan batin yang bermakna. “Di mana pun kita berada, Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peduli, lebih sabar, dan lebih bersyukur,” pesannya. Melalui KURMA, RRI Takengon berharap kisah-kisah inspiratif seperti ini terus mengalir, menguatkan iman dan menyatukan hati dalam harmoni Ramadan.




