Kisah Tragis Grand Lagoona Hotel: Dari Ikon Wisata Jadi Rongsokan
Sumber Foto: detikcom
Lifestyle

Kisah Tragis Grand Lagoona Hotel: Dari Ikon Wisata Jadi Rongsokan

Jakarta -

Bekas kapal angkatan laut Amerika Serikat bernama Kapal Galaxy yang seharusnya menuju Phnom Penh, Kamboja, dialihfungsikan menjadi hotel mewah. Ini merupakan ide dari seorang miliarder asal Thailand yang bermimpi ingin memiliki hotel terapung.

Meskipun konsep awalnya hotel terapung, kapal besar ini dinaikkan ke daratan, tepatnya di antara hutan dan sebuah laguna indah yang dikenal sebagai Koh Chang Lagoona pada 1998. Hotel ini sontak populer di kalangan wisatawan yang biasa hanya menginap di bungalow-bungalow megah di sekitar area tersebut. Nama hotel ini adalah Grand Lagoona Hotel.

Pada masa kejayaannya, hotel ini benar-benar ramai wisatawan. Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan 7 jam ke selatan Bangkok di pulau terbesar ketiga di Thailand, Koh Chang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal perang AS yang diubah jadi hotel di Thailand bernama Grand Lagoona Hotel Foto: via The Mirror

Hotel ini menawarkan lokasi yang cukup dekat dengan bibir pantai. Meski begitu, mereka juga membuat kolam renang di area di depan kapal. Hotel juga dikelilingi banyak pohon palem dan vegetasi yang rimbun.

Bentuk kapal ini memang cocok menjadi hotel karena terdiri dari 7 lantai dengan 70 kamar tamu di dalamnya. Bahkan terdapat restoran di dua lantai teratas. Interior yang membuat hotel ini spesial adalah penggunaan karpet mewah dan lampu gantung layaknya desain ruangan di hotel mewah pada umumnya.

ADVERTISEMENT

Baca juga: Nasib Hotel Terapung Pertama di Dunia yang Berakhir Tragis di Korea Utara

Namun, hotel tersebut berhenti beroperasi pada tahun 2012. Alasannya karena masalah keuangan. Semenjak itu, hotel ini menjadi hotel terbengkalai di tengah pepohonan rimbun. Banyak yang mengatakan selain karena keuangan, penyebab hotel ini tutup adalah kutukan dari warga sekitar. Sejak awal memang keberadaannya tidak disukai oleh warga sekitar.

Setelah tidak beroperasi, tiba-tiba kapal tersebut terbakar tanpa diketahui penyebabnya pada 2024. Sekitar 50 petugas berusaha memadamkan api, tetapi gagal karena angin kencang. Kapal dibiarkan berasap selama beberapa minggu, kemudian ada kelompok yang diperintahkan untuk membongkar sisa-sisa yang hangus.

Kapal yang tadinya hanya membisu di tengah hutan, kini benar-benar tak berbentuk. Bagian luarnya berubah coklat, dalamnya rusak berat, tetapi kerangkanya masih berdiri tegak di tengah lahan tersebut.

Hingga pertengahan 2025, hanya lambung kapal yang tersisa, sementara bagian atasnya dikirim ke daratan dan dijual sebagai besi tua.

(aqi/das)

kapal hotel grand lagoona hotel koh chang thailand hotel terbengkalai hotel terapung

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikHealth

Tes Ketajaman Saraf Mata, Temukan Gambar yang Ukurannya Paling Kecil!

detikTravel

Surga Tersembunyi Birdwatcher! Ratusan Burung Endemik di TN Bogani Wartabone

detikOto

Jaecoo J5 EV Laris Manis di Indonesia, Laku Keras di Dunia

Sepakbola

Saran Joe Cole ke Lampard: Jangan Mau ke Chelsea!

detikFood

Irish Bella Ultah ke-30, Dapat Kejutan Warung Pecel Lele dari Suami!