Kompetisi Marching Band Anak Semarakkan SD Mugres
Tagar.co – Children Marching Band membuat semarak warna-warni halaman SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, Sabtu (14/2/2026).
Dentuman ritmis dari tim drumben SD Mugres Kampus A secara resmi membuka Children Marching Band Competition (CMC) ke-8. Ajang tahun ini diikuti ratusan peserta dari berbagai TK/RA se-Kabupaten Gresik.
CMC diikuti 740 peserta dari TK/RA se-Kabupaten Gresik. Total ada 15 tim yang tampil dalam dua kategori. Kategori pemula dan kategori utama.
Kompetisi ini memperebutkan Piala Kapolres Gresik setinggi 1,7 meter yang menjadi daya tarik sekaligus simbol prestise bagi para peserta.
Perbedaan mencolok dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya terletak pada penambahan jenis dan ragam lomba yang lebih variatif.
Langkah ini diambil untuk memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas terhadap potensi musikal, visual, serta kekompakan tim peserta sejak usia dini.
CMC 8 diawali dengan registrasi peserta sejak pagi, dilanjutkan seremoni pembukaan dan penampilan pembuka dari drumben tuan rumah.
Penampilan tersebut menjadi simbol kesiapan SD Mugres sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah kompetisi tahunan ini.
Acara dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Daerah (PDM) Gresik Yusuf Di Achmad Sabri, S.T., B.A. dan perwakilan Polres Gresik. Pembukaan ditandai dengan pemukulan drum sebagai simbol dimulainya kompetisi.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan sportivitas sejak dini. Ini adalah fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan,” ujar Yusuf Di Achmad Sabri dalam sambutannya.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, CMC 8 menghadirkan empat juri dari berbagai kota di Jawa Timur yang memiliki bidang keahlian khusus.
Mereka adalah Nandri Susanto sebagai juri visual dan musik melodi, Muhammad sebagai juri musik ritmis dan field commander, Ronald Benhard sebagai juri general effect, serta Supriadi sebagai juri drum major dan uniform.
Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari, S.Pd., menyampaikan, CMC bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga sarana pendidikan karakter.
“Kami ingin CMC menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga belajar percaya diri, bekerja sama, dan menghargai proses,” tutur Meita.
Rangkaian lomba berlangsung tertib dan meriah hingga siang hari. Acara diawali dengan penampilan kategori pemula, dilanjutkan jeda hiburan, kemudian kategori utama. Setelah istirahat dan rekapitulasi nilai oleh dewan juri, kegiatan ditutup dengan pengumuman hasil lomba. (#)




