Pasar Motor ASEAN 2025 Pulih, Indonesia Pimpin Distribusi dengan 6,4 Juta Unit
Sumber Foto: KatadataOTO
Internasional

Pasar Motor ASEAN 2025 Pulih, Indonesia Pimpin Distribusi dengan 6,4 Juta Unit

Ringkasan

Pasar motor di ASEAN pulih ke 15 juta unit pada 2025, naik 4,3 % dibanding 2024 setelah penurunan sejak 2020; tujuh dari sembilan negara mencatat pertumbuhan.

Indonesia menjadi pasar terbesar dengan distribusi 6,4 juta motor baru, meski dihadapkan pada pengetatan kredit, nilai tukar rupiah melemah, dan daya beli yang menurun.

Vietnam mencatat kenaikan 13,5 % didorong motor listrik, sementara Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura juga tumbuh; Myanmar dan Kamboja justru turun drastis karena kondisi politik dan ekonomi.

! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI

KatadataOTO – Pasar motor di kawasan ASEAN menunjukkan pemulihan. Terutama setelah periode Covid-19 melanda.

Mengutip laman resmi Motorcycles Data pada Jumat (20/02), negara-negara di Asia Tenggara mencatatkan 15 juta unit kendaraan roda dua di 2025.

Angka di atas diklaim mengalami pertumbuhan 4,3 persen bila dibandingkan dengan perolehan di 2024.

Menjadi sesuatu yang cukup positif. Sebab sejak 2020 pasar motor ASEAN mengalami penurunan akibat pandemi melanda.

Namun sejak 2021 memperlihatkan kebangkitan meski perlahan. Sehingga di tahun lalu kembali ke angka 15 juta unit.

“Tujuh dari sembilan negara melaporkan pertumbuhan (di tahun lalu),” tulis laporan tersebut.

Lebih jauh disebutkan, Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara. Mampu berkontribusi cukup besar.

Berdasarkan data milik Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang 2025 ada 6.412.769 motor baru yang terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales).

Sebuah pencapaian cukup positif bagi industri motor baru Indonesia. Mengingat 2025 menjadi periode tidak mudah.

Berbagai tantangan menghadang laju kinerja pasar kendaraan roda dua. Seperti pengetatan kredit di awal 2025.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah. Bahkan tembus sampai Rp 16 ribu.

Sampai situasi ekonomi di Tanah Air serta global yang tidak stabil. Sehingga daya beli masyarakat merosot tajam.

Dengan pencapaian motor baru Tanah Air pada tahun lalu, otomatis Indonesia mampu mendominasi. Sebab 8–9 jutaan unit sisanya merupakan kombinasi dari sembilan negara lain.