Belanja Negara Tumbuh 41,9% di Awal 2026, Program MBG Jadi Sorotan
Kutipan News - JAKARTA, KOMPAS. TV - Realisasi belanja negara hingga akhir Februari 2026 tercatat mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan percepatan belanja negara pada awal tahun diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya pada kuartal I 2026.
“Hingga akhir Februari, belanja negara mencapai Rp493,8 triliun dan tumbuh 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Suahasil dalam paparan kinerja APBN di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp346,1 triliun, yang terdiri atas belanja kementerian/lembaga sebesar Rp155 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga Rp191 triliun.
Peningkatan belanja pemerintah antara lain dipengaruhi oleh belanja pegawai, percepatan belanja barang, belanja modal untuk pembangunan infrastruktur, serta penyaluran bantuan sosial.
Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga 9 Maret 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 61,62 juta penerima di berbagai wilayah Indonesia. Realisasi anggaran program MBG tercatat mencapai sekitar Rp44 triliun.
Sebagian besar penerima program tersebut merupakan siswa sekolah dengan jumlah sekitar 50 juta orang. Sementara sekitar 10,5 juta penerima lainnya berasal dari kelompok non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia.
Program MBG dilayani oleh lebih dari 25.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
"Percepatan belanja negara, termasuk melalui program prioritas seperti MBG, diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pada awal tahun," ujarnya.




