DBL Play Buka Kesempatan Baru untuk Pelajar Indonesia Menuju Camp Basket 2026
Sumber Foto: ludus.id
Olahraga

DBL Play Buka Kesempatan Baru untuk Pelajar Indonesia Menuju Camp Basket 2026

LUDUS – Di sebuah ruang kelas di Bengkulu, seorang siswa mengetuk pintu demi pintu harapan. Ia tidak sedang menawarkan produk, tidak pula mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Ia hanya membawa satu mimpi: berangkat ke Amerika Serikat lewat basket.

Foto/Istimewa

Namanya Muhammad Haikal Malik. Ia, pelajar SMAN 1 Bengkulu Selatan. Dan kisahnya kini menjadi premis penting ketika DBL Indonesia kembali membuka jalur terbuka menuju pemusatan latihan basket pelajar terbesar di negeri ini, Good Day DBL Camp, melalui program bertajuk DBL Play Road to Good Day DBL Camp 2026.

Selama hampir dua dekade, ekosistem DBL membangun jalur yang relatif baku. Seorang student-athlete memulai perjalanan dari kompetisi Honda DBL with Good Day di berbagai kota. Dari tiap series, pemain-pemain terbaik dipilih secara individu untuk mengikuti DBL Camp—program pelatihan basket pelajar terbesar di Indonesia yang digelar sejak 2008.

DBL Camp bukan sekadar kamp pelatihan. Ia adalah ruang seleksi mimpi. Selama sepekan, para campers ditempa oleh pelatih kaliber dunia dari World Basketball Academy (WBA), Australia, serta jajaran pelatih DBL Academy. Semua biaya ditanggung DBL Indonesia. Di sana pula, para pelatih memilih skuad terbaik untuk masuk Good Day DBL Indonesia All-Star—tim yang kemudian diberangkatkan belajar dan berlatih ke Amerika Serikat.

BACA JUGA: Basket Mendarat di Kepulauan Seribu: DBL Academy Buka Pintu Mimpi dari Pulau ke Panggung Nasional

Foto/Istimewa

Di titik itu, DBL Camp menjelma panggung nasional. Talent scouter dari tim basket mahasiswa hingga klub profesional kerap hadir, mengintip potensi. Dari sana, beasiswa studi lanjut tak jarang datang menghampiri. DBL Camp menjadi simpul antara sekolah, profesionalisme, dan mimpi global.

Namun ada satu persoalan laten: tidak semua daerah memiliki kompetisi DBL. Artinya, tidak semua pelajar punya akses untuk masuk jalur seleksi konvensional tersebut.

DBL Indonesia membaca celah itu. Sejak tahun lalu, mereka memperluas akses melalui DBL Play Road to Good Day DBL Camp—program terbuka bagi seluruh pelajar SMA/SMK/sederajat di Indonesia, tanpa bergantung pada kota penyelenggara DBL.

Foto/Istimewa

“Melalui program ini, siapa pun, dari daerah mana pun, memiliki peluang yang sama untuk tampil di DBL Camp dan berkesempatan berangkat ke Amerika Serikat,” ujar Wakil Direktur DBL Indonesia, Donny Rahardian.

Sistemnya berbasis voting publik melalui aplikasi DBL Play. Dari sana akan dipilih lima peserta putra dan lima peserta putri—mereka yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos proses verifikasi—untuk mengikuti Good Day DBL Camp 2026. Mereka akan bergabung dengan ratusan campers dari kota-kota penyelenggaraan DBL.

Di atas kertas, ini soal digitalisasi seleksi. Dalam praktiknya, ini soal demokratisasi kesempatan.

Foto/Istimewa

Haikal adalah contoh konkret bagaimana mekanisme itu bekerja. Di Bengkulu, kota yang belum memiliki kompetisi DBL, mimpi Haikal nyaris terhenti sebelum dimulai. Namun ketika mengetahui adanya DBL Play Road to Good Day DBL Camp, ia memilih bergerak.

Ia mendatangi kelas demi kelas di sekolahnya untuk menggalang vote. Ia tidak sekadar meminta dukungan; ia menunjukkan kemampuannya, meyakinkan teman-temannya bahwa ia layak berada di panggung DBL Camp. Usaha itu berbuah. Haikal terpilih menjadi peserta Good Day DBL Camp 2025.

Di sana, ia tidak berhenti sebagai partisipan. Ia membuktikan kualitasnya hingga terpilih masuk skuad Good Day DBL Indonesia All-Star. Bersama 24 pemain dan 4 pelatih terbaik dari seluruh Indonesia, ia berangkat ke Amerika Serikat—lagi-lagi tanpa biaya pribadi.

Foto/Istimewa

Di Negeri Paman Sam, Haikal dan tim mengikuti sekaligus menjuarai 4th Annual Circuit of Champions di Chicago, kompetisi yang sudah bersertifikasi NCAA (National Collegiate Athletic Association). Bagi seorang pelajar dari kota tanpa kompetisi DBL, capaian itu bukan sekadar trofi. Ia adalah validasi bahwa jalur alternatif bisa menghasilkan prestasi global.

Haikal masih mengingat detail-detail kecil yang membekas. Ia berlatih langsung dengan pelatih kelas dunia seperti Micah Lancaster dan Ganon Baker.

“Coach Ganon bisa dribble dua bola sekaligus tanpa melihat. Sementara Coach Micah memberi banyak materi individual skill yang sangat berguna. Seru banget, aku belajar banyak banget di sini,” katanya mengenang pengalaman di Amerika Serikat.

Foto/Istimewa

Baginya, perjalanan itu bukan hanya soal teknik atau kemenangan. Ia belajar tentang perjuangan, tentang proses menjadi pemain hebat. Sepulang dari sana, Haikal melanjutkan karier profesionalnya di Perbanas Institute Jakarta—sebuah kelanjutan logis dari perjalanan yang dimulai dari vote di ruang kelas.

Kini, DBL Play Road to Good Day DBL Camp 2026 kembali dibuka. Pendaftaran berlangsung pada 18 Februari 2026 hingga 27 Februari 2026. Periode voting digelar 2 Maret hingga 9 Maret 2026, dengan pengumuman resmi pada 12 Maret 2026. Seluruh proses dilakukan melalui aplikasi DBL Play yang tersedia di Play Store dan App Store. Informasi lengkap dapat diakses melalui Instagram @dbl dan laman resmi dbl.id.

Dalam lanskap olahraga pelajar Indonesia, program ini menghadirkan satu gagasan penting: inklusivitas. DBL Indonesia tidak hanya mencari talenta berbakat dari kota-kota besar, tetapi juga membuka pintu bagi mereka yang selama ini berdiri di pinggir peta kompetisi.

Foto/Istimewa

Basket, dalam konteks ini, bukan hanya soal dribble dan tembakan tiga angka. Ia menjadi medium mobilitas sosial, ruang pertemuan antara kerja keras, teknologi, dan kesempatan global.

Di Bengkulu, mungkin tahun ini ada lagi seorang siswa yang mengetuk pintu kelas demi kelas. Bukan untuk popularitas, tetapi untuk peluang. Dan di balik layar aplikasi, suara-suara digital itu bisa saja mengantar satu nama baru menuju Chicago—menuju panggung NCAA—menuju mimpi yang sebelumnya terasa terlalu jauh untuk disentuh. (***)

Silakan kunjungi LUDUS Store untuk mendapatkan berbagai perlengkapan olahraga bela diri berkualitas dari sejumlah brand ternama.

Anda juga bisa mengunjungi media sosial dan market place LUDUS Store di Shopee (Ludus Store), Tokopedia (Ludus Store), TikTok (ludusstoreofficial), dan Instagram (@ludusstoreofficial)

APA KAMU SUKA DENGAN ARTIKEL INI ?

Sukai Artikel9 pembaca

MULAI BAGIKAN

FacebookWhatsAppTelegramLinkedInEmail

Response (0)

Kirim

Login untuk berkomentar

Silakan login untuk berkomentar pada artikel ini.

Login dengan Google

No comments yet. Be the first to comment!