Gubernur BoJ Perkirakan Kenaikan Inflasi Mendasar Secara Moderat
Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, mengatakan pada hari Selasa bahwa ia memprakirakan inflasi mendasar akan meningkat secara moderat. Ueda menambahkan bahwa ia akan mengarahkan kebijakan moneter secara tepat untuk mencapai target inflasi kami secara stabil disertai dengan kenaikan upah.Kutipan-Kutipan UtamaMemprakirakan inflasi mendasar akan meningkat secara moderat.Pasar tenaga kerja yang ketat, perusahaan-perusahaan aktif dalam menetapkan upah dan harga akan mempertahankan siklus di mana upah dan harga naik secara bersamaan.Penangguhan temporer pajak penjualan makanan mungkin akan menurunkan inflasi secara singkat tetapi kemungkinan berdampak terbatas pada ekspektasi inflasi.Akan mengarahkan kebijakan moneter secara tepat untuk mencapai target inflasi kami secara stabil disertai dengan kenaikan upah.Reaksi PasarPada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/JPY naik 0,13% pada hari ini di 158,65. Pertanyaan Umum Seputar Yen Jepang Faktor-Faktor Utama Apa Saja yang Mendorong Yen Jepang? Yen Jepang (JPY) adalah salah satu mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Nilainya secara umum ditentukan oleh kinerja ekonomi Jepang, tetapi lebih khusus lagi oleh kebijakan Bank Jepang, perbedaan antara imbal hasil obligasi Jepang dan AS, atau sentimen risiko di antara para pedagang, di antara faktor-faktor lainnya. Bagaimana Keputusan Bank Jepang Memengaruhi Yen Jepang? Salah satu mandat Bank Jepang adalah pengendalian mata uang, jadi langkah-langkahnya sangat penting bagi Yen. BoJ terkadang melakukan intervensi langsung di pasar mata uang, umumnya untuk menurunkan nilai Yen, meskipun sering kali menahan diri untuk tidak melakukannya karena masalah politik dari mitra dagang utamanya. Kebijakan moneter BoJ yang sangat longgar antara tahun 2013 dan 2024 menyebabkan Yen terdepresiasi terhadap mata uang utamanya karena meningkatnya perbedaan kebijakan antara Bank Jepang dan bank sentral utama lainnya. Baru-baru ini, pelonggaran kebijakan yang sangat longgar ini secara bertahap telah memberikan sedikit dukungan bagi Yen. Bagaimana Perbedaan Antara Imbal Hasil obligasi Jepang dan AS Memengaruhi Yen Jepang? Selama dekade terakhir, sikap BoJ yang tetap berpegang pada kebijakan moneter yang sangat longgar telah menyebabkan perbedaan kebijakan yang semakin lebar dengan bank sentral lain, khususnya dengan Federal Reserve AS. Hal ini menyebabkan perbedaan yang semakin lebar antara obligasi AS dan Jepang bertenor 10 tahun, yang menguntungkan Dolar AS terhadap Yen Jepang. Keputusan BoJ pada tahun 2024 untuk secara bertahap meninggalkan kebijakan yang sangat longgar, ditambah dengan pemotongan suku bunga di bank sentral utama lainnya, mempersempit perbedaan ini. Bagaimana Sentimen Risiko yang Lebih Luas Memengaruhi Yen Jepang? Yen Jepang sering dianggap sebagai investasi safe haven. Ini berarti bahwa pada saat pasar sedang tertekan, para investor cenderung lebih memilih mata uang Jepang karena dianggap lebih dapat diandalkan dan stabil. Masa-masa sulit cenderung akan memperkuat nilai Yen terhadap mata uang lain yang dianggap lebih berisiko untuk diinvestasikan.




