Gubernur BoJ: Dampak Kenaikan Harga Minyak Dapat Berbeda-beda
Sumber Foto: fxstreet-id.com
Kutipan Utama

Gubernur BoJ: Dampak Kenaikan Harga Minyak Dapat Berbeda-beda

Kutipan News - Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengatakan bahwa kenaikan harga minyak yang sama dapat menghasilkan dampak yang berbeda berdasarkan upah, ekspektasi, permintaan, dan nilai tukar mata uang, lapor Reuters pada hari Rabu.

Kutipan-Kutipan Utama

Gangguan pasokan menjadi perhatian utama, bukan hal baru tetapi semakin umum.

Bank-bank sentral tidak seharusnya hanya fokus pada harga minyak.

Kenaikan harga minyak yang sama dapat menghasilkan dampak yang berbeda berdasarkan upah, ekspektasi, permintaan, dan nilai tukar mata uang.

Ekspektasi inflasi yang tinggi dan upah yang meningkat meningkatkan risiko efek putaran kedua.

Ekspektasi rendah dan upah yang stagnan mungkin menjaga inflasi yang mendasari tetap rendah meskipun ada kejutan biaya besar.

Garis pemisah antara inflasi sementara dan persisten tidak tetap.

Kejutan sementara dapat menjadi bertahan lama jika mengubah upah, ekspektasi, dan perilaku penetapan harga.

Sebaliknya, kejutan besar dapat tetap sementara jika saluran transmisi tidak aktif.

Pengalaman Jepang dengan kejutan minyak menunjukkan bahwa hal itu merupakan ujian bagi seluruh kerangka inflasi, bukan hanya kejutan harga minyak.

Kejutan energi sejak 2021 membantu menggeser Jepang dari deflasi tetapi tidak ke dalam spiral inflasi gaya tahun 1970-an.

Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang USD/JPY turun 0,15% pada hari ini di 159,22.