Puan: Disinformasi Ancam Kepercayaan Publik, Negara Harus Perkuat Literasi Digital
Kutipan News - Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengingatkan bahwa maraknya disinformasi dan hoaks di ruang digital dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Dia menekankan pentingnya pemerintah memperkuat literasi digital dan membangun komunikasi publik yang efektif.
Awal Kejadian
Puan menyampaikan pandangannya dalam Rapat Paripurna Ke-29 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam dua bulan terakhir, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan global dan domestik, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia serta isu terkait pelayanan publik dan penegakan hukum.
Perkembangan
Di tengah tantangan tersebut, ruang digital juga dipenuhi dengan penyebaran informasi yang menyesatkan. Puan menyoroti dampak dari disinformasi yang memperuncing polarisasi dan mengaburkan batas antara kritik yang membangun dan provokasi yang memecah belah. Dia mengidentifikasi sejumlah hoaks yang menargetkan DPR RI, termasuk kutipan palsu dan informasi yang keliru mengenai penolakan pembahasan RUU Perampasan Aset.
Kondisi Terakhir
Puan berpendapat bahwa narasi-narasi tersebut berusaha mempertentangkan DPR dengan masyarakat, berpotensi melemahkan legitimasi lembaga perwakilan dan menghambat dialog publik yang konstruktif. Oleh karena itu, dia menekankan perlunya penguatan literasi digital yang sejalan dengan strategi komunikasi publik yang lebih efektif.




