Gubernur NTT Dorong Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Kutipan News - RRI.CO.ID, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri kegiatan pengarahan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada koordinator wilayah, yayasan, serta mitra pelaksana program dari berbagai daerah se-NTT yang digelar di Hotel Aston, Kamis 9 April 2026. Pengarahan dan evaluasi ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Rudi Setiawan selaku Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN).
Pada kesempatan itu Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan pengawasan dalam pelaksanaan program agar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat, khususnya masyarakat di NTT.
Ia mengatakan program MBG merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT. “Dampak program ini luar biasa. Dan perlu kita pahami bersama, bahwa tidak semua anak berangkat ke sekolah dengan kondisi perut yang cukup terisi," ujarnya.
"Bagi banyak keluarga dengan ekonomi rendah, memenuhi kebutuhan gizi harian masih menjadi tantangan. Dan melalui MBG juga, anak-anak jadi semangat ke sekolah,” kata Melki Laka Lena, Kamis 9 April 2026.
Terkait persoalan gizi, khususnya pada anak-anak dan kelompok rentan, Gubernur mengatakan hal tersebut masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menuju Indonesia Emas 2045. “Tidak hanya sekedar memberikan makanan, tetapi juga menanamkan harapan, meningkatkan kesehatan, serta membangun masa depan generasi NTT yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing,” ucapnya.
Gubernur Melki juga memaparkan, berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT per September 2025, program MBG bersama dengan intervensi kebijakan lainnya berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di NTT. “Dan berdasarkan data BPS, per September 2025, angka kemiskinan di NTT turun menjadi 17,50 persen dari sebelumnya 19,10 persen, berkurang 1,10 persen dibandingkan Maret 2025, dan menurun 1,52 poin dibandingkan September 2024,” ujarnya. (humas/anna)




