Guns N' Roses Menolak Lagu Mereka untuk Film Dokumenter Melania Trump
Kutipan News - Doc: Guns N' Roses
Ket. Instagram/@gunsnroses
JAKARTA - Produser film dokumenter Melania Trump, Marc Beckman, mengungkapkan kesulitan dalam memilih musik latar. Hal itu dikarenakan beberapa musisi menolak lagu mereka digunakan.
Salah satunya adalah band rock Guns N' Roses yang menolak lagu mereka digunakan dalam film dokumenter Melania Trump. Penolakan ini menyoroti adanya perpecahan internal di tubuh Guns N' Roses terkait pandangan politik.
Ia menjelaskan bahwa izin penggunaan lagu Sweet Child o' Mine gagal karena tidak ada kesepakatan di antara personel band sehingga hal tersebut membuat dirinya harus memikirkan untuk mendapatkan musik latar.
"Saya akan mengatakannya secara resmi jika Anda ingin tahu. Ada musik yang coba kami dapatkan, tetapi sayangnya, ada unsur politik di dalamnya," kata dia, Kamis (5/3).
Ia menambahkan, meskipun satu personel setuju, anggota lain menolak. Karena lisensi musik memerlukan persetujuan semua pemegang hak cipta, lagu Guns N' Roses tidak dapat digunakan.
"Ada lagu indah yang ingin kami gunakan, dan salah satu dari mereka berkata, 'Ambil saja. Silahkan.' Namun, yang lainnya pada dasarnya mengatakan, 'Tidak mungkin’," ujar dia.
Kritik vokal Axl Rose terhadap Donald Trump melalui media sosial selama satu dekade terakhir bukanlah rahasia. Pada 2018, ia menuduh tim kampanye Trump menggunakan celah hukum untuk memutar lagu mereka tanpa izin di rapat umum.
Selain Guns N' Roses, ahli waris mendiang Prince juga menolak penggunaan karya sang legenda dalam film tersebut. Pengacara yang mengelola kekayaan Prince menegaskan bahwa Prince tidak ingin karyanya dikaitkan dengan Donald Trump.
Ia sempat berargumen bahwa film ini berfokus pada Melania, bukan suaminya, namun pihak Prince tetap menolak. Penyanyi asal Jamaika, Grace Jones, juga menolak.
Meskipub Beckman mengklaim film ini tidak politis, Jones tetap tidak bisa mengabaikan 'hambatan politik' tersebut. Meskipun banyak penolakan, soundtrack film Melania tetap menampilkan nama-nama besar seperti Michael Jackson, Aretha Franklin, dan Elvis Presley.
Hal yang sama juga dilakukan band Rolling Stones. Mereka tidak pernah mengizinkan lagunya digunakan dalam dokumenter Melania Trump.
"Kesepakatan lisensi dibuat secara eksklusif antara pemegang hak cipta ABKCO dan produser Melania. Band sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal itu," kata Mick Jagger. ils/I-1




