Palembang Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Marching Band Nasional 2026
Kutipan News - Sumsel Independen — Kota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional. Kali ini, giliran Kejuaraan Marching Band Tingkat Nasional 2026 yang akan digelar pada 8–10 Mei 2026 di kawasan olahraga terpadu Jakabaring Sport City. Pemerintah Kota Palembang pun memastikan dukungan penuh agar pelaksanaan event tersebut berjalan lancar dan sukses.
Komitmen dukungan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat menerima audiensi panitia penyelenggara dari Tievel Unity Indonesia Foundation di ruang rapat Sekda Palembang, Rabu (4/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Aprizal menyampaikan bahwa Pemkot Palembang menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada kota ini sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan marching band tingkat nasional. Menurutnya, event besar seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni dan olahraga, tetapi juga memiliki dampak luas bagi perkembangan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah Palembang dipercaya menjadi tuan rumah. Pemerintah kota siap memberikan dukungan sesuai dengan fungsi dan kewenangan agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Aprizal.
Ia menjelaskan, kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi lokal. Para peserta, official, serta penonton yang datang ke Palembang diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor pariwisata dan jasa.
Aprizal menilai kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat. Mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diperkirakan akan merasakan manfaat langsung dari penyelenggaraan event nasional tersebut.
“Event berskala nasional seperti ini memiliki efek ganda bagi perekonomian. Selain meningkatkan PAD, kegiatan ini juga dapat menggerakkan UMKM, meningkatkan okupansi hotel, dan mendukung sektor pariwisata,” jelasnya.
Pemilihan Jakabaring Sport City sebagai lokasi pelaksanaan juga dinilai sangat tepat. Kawasan olahraga terpadu tersebut telah berpengalaman menjadi venue berbagai event nasional maupun internasional, sehingga dianggap memiliki fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk menyelenggarakan kompetisi besar.
Aprizal mengatakan bahwa Palembang memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga maupun seni berskala besar. Oleh karena itu, pemerintah kota optimistis kejuaraan marching band nasional ini dapat terselenggara dengan baik.
“Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Bukan hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga sukses dalam memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Pemerintah Kota Palembang juga mendorong agar kejuaraan tersebut dapat menjadi sarana promosi budaya daerah. Aprizal berharap unsur kearifan lokal dapat ditampilkan dalam kegiatan tersebut, salah satunya melalui penggunaan busana adat Palembang oleh mayoret atau peserta tertentu.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan budaya Palembang kepada peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita ingin momentum ini sekaligus memperkenalkan budaya Palembang di tingkat nasional bahkan internasional. Kami bersama seluruh stakeholder siap berkolaborasi,” tegas Aprizal.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pemerintah kota juga akan melakukan koordinasi lintas dinas. Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan terlibat di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Kebudayaan.
Selain itu, aspek pengamanan dan ketertiban juga akan menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan nyaman bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
Sementara itu, Ketua Umum Tievel Unity Indonesia Foundation, Fanny Fatriani Alambai, menjelaskan bahwa kejuaraan marching band tingkat nasional ini akan mengusung konsep kompetisi bergaya militer atau military style.
Konsep tersebut menonjolkan unsur kedisiplinan, kekompakan, serta koreografi yang dinamis, sehingga diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang atraktif dan menghibur bagi penonton.
Fanny mengatakan bahwa peserta yang akan mengikuti kompetisi ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
“Antusiasme dari Sumatera Selatan sangat luar biasa. Diperkirakan ada sekitar 60 tim dari Sumsel yang akan berpartisipasi dalam kejuaraan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa karena tingginya jumlah peserta, panitia kemungkinan akan melakukan tahap seleksi awal secara daring. Seleksi tersebut dilakukan melalui pengiriman video penampilan marching band sebelum tim dinyatakan lolos ke babak utama di Palembang.
“Karena jumlah peserta cukup banyak, kemungkinan akan ada tahap seleksi awal secara online melalui pengiriman video sebelum masuk babak utama,” jelasnya.
Fanny juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan berbagai kompetisi marching band berskala nasional. Beberapa di antaranya bahkan pernah memperebutkan Piala Panglima TNI.
Untuk kejuaraan tahun 2026 mendatang, pihak penyelenggara berencana meningkatkan prestise kompetisi dengan menghadirkan trofi yang lebih bergengsi.
“Ke depan rencananya kompetisi ini akan memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia,” ungkap Fanny.
Ia optimistis dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi berbagai pihak, kejuaraan marching band nasional di Palembang akan berlangsung meriah dan profesional.
“Kami ingin event ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga hiburan yang spektakuler dan membanggakan,” tandasnya.
Dengan dukungan penuh pemerintah, kesiapan infrastruktur, serta pengalaman sebagai tuan rumah berbagai event besar, Palembang kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai kota yang siap menjadi pusat kegiatan olahraga dan seni berskala nasional.
Kejuaraan Marching Band Tingkat Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para peserta dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah serta mempromosikan kekayaan budaya Palembang ke panggung nasional.




