Human Initiative Salurkan 100.170 Paket Kebahagiaan Selama Ramadan di 4 Negara
Kutipan News - JAKARTA: Ramadan membuka ruang untuk memperluas kepedulian. Melalui program Bag of Happiness, Human Initiative (HI) bersama Sahabat Inisiator menyalurkan paket kebahagiaan ke berbagai wilayah di Indonesia dan sejumlah negara.
Program ini menjangkau keluarga prasejahtera, anak yatim, wilayah bencana serta masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam menjalani keseharian selama Ramadan.
Hingga penutupan program, Bag of Happiness menjangkau 100.170 penerima hak program atau penerima manfaat. Penyaluran berlangsung di 612 titik wilayah sebaran, mencakup 20 provinsi di Indonesia serta 4 empat negara yaitu Indonesia, Palestina, Uganda, dan Taiwan.
Program ini mencakup berbagai kebutuhan. Tim menyalurkan 84.511 paket makanan siap saji untuk membantu pemenuhan kebutuhan harian.
Selain itu, tim juga menyalurkan 12.860 paket bahan pangan, 2.243 paket baju baru, 534 perlengkapan ibadah, 371 perlengkapan sekolah, serta 1.614 paket hadiah kebaikan sesuai kebutuhan di masing masing wilayah.
Selama 30 hari Ramadan, Human Initiative bergerak bersama berbagai pihak. Donatur, relawan, mitra, hingga masyarakat luas ikut dalam upaya berbagi mengantarkan kebahagiaan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, menyampaikan bahwa nilai kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama. “Program Bag of Happiness ini, kami memberikan sebuah makna bahwa humanity adalah tanggung jawab bagi semua pihak, karena nilai kemanusiaan itu punya semua pihak. Kita harus mengedepankan nilai kemanusiaan kepada sesama,” ujar Tomy di Jakarta, Minggu (22/3).
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program. Tim melakukan perbaikan agar penyaluran berikutnya berjalan lebih baik. “Human Initiative juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, tidak hanya pada Ramadan ini, tetapi juga pada program sebelumnya,” papar Romy.
Ramadan telah usai, namun kebutuhan masyarakat terus berjalan. Berbagai tantangan kemanusiaan masih membutuhkan perhatian dan kerja bersama. “Kebersamaan membuat perjalanan terasa lebih terarah. Saat dijalankan bersama, kita dapat menghadapi tantangan dengan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” jelasnya. (jo)




