IHSG Stagnan, Saham MBMA Anjlok 5% di Penutupan Perdagangan
Sumber Foto: Bloomberg Technoz
Ekonomi

IHSG Stagnan, Saham MBMA Anjlok 5% di Penutupan Perdagangan

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan dengan turun tipis 2,31 poin (0,03%) di posisi 8.271,76 pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026) usai berfluktuatif sejak pagi hari tadi dengan saham Merdeka Battery Materials (MBMA) jadi pemberat IHSG.

Sepanjang perdagangan IHSG melaju dengan volatilitas dan intensitas tinggi sejak pembukaan dengan sempat ada di zona hijau dan merah dengan cepat, adapun rentang pergerakan terjadi di rentang 8.328,42 sampai dengan terendahnya 8.236,75.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp20,39 triliun dari sejumlah 45,82 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 2,9 juta kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan 267 saham, dan sebanyak 381 saham melemah. Sisanya 171 saham stagnan.

Saham–saham konsumen primer, saham transportasi, dan saham energi menjadi sebab pembalikan arah IHSG dengan melemah 1,53%, 1,05%, dan 1,02%, disusul oleh melemahnya saham properti sebesar 0,74%. Sedangkan, saham—saham kesehatan mengalami pelemahan 0,32%.

Sejumlah saham konsumen primer yang menjadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) drop 14,2%, saham PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang turun 13,8%, dan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melemah 9,56%.

Baca Juga

BI Sebut Perbankan RI Kuat, Cek Rekomendasi Saham BBRI, BMRI, Dkk

IHSG Terpeleset di Zona Merah Imbas Defisit Neraca Pembayaran RI

Investor Asing Net Buy Pasar Saham Kala BI Rate Ditahan

Next article →