Keberhasilan Program CALM MRI: Membangun Kepercayaan Diri Anak dalam Prosedur Medis
Sumber Foto: IDN Times
Internasional

Keberhasilan Program CALM MRI: Membangun Kepercayaan Diri Anak dalam Prosedur Medis

Kutipan News - 1. Dihadiri para pemangku kepentingan lintas negara

Turut hadir dalam forum ini, antara lain, Dr Sonya Anderson, wakil presiden eksekutif Jaringan Internasional United Way Worldwide; Ardi Hendharto, senior manager Government and Public Affairs Indonesia–Asia Pacific LEGO Group; anggota Dewan Pembina ASEAN Foundation; perwakilan kementerian di Indonesia.

Hadir pula para panelis dan pembicara, yakni dr. Asiyah Nida Khafiyya, dosen dan koordinator riset Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Afdalia Damara Ekasandi, pekerja sosial Yayasan Pita Kuning; Denise Teng, manajer kemitraan ASEAN Youth Organization Chapter Singapura; dan Dr Shailesh Wagle, wakil presiden Asisten United Way Mumbai, yang hadir secara virtual; serta para tamu undangan lainnya.

"Kehadiran para pemangku kepentingan lintas negara ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat pendekatan layanan kesehatan yang lebih ramah anak di kawasan ASEAN."

Dr Sonya Anderson menyebut program ini sebagai wujud nyata kerja sama lintas batas. “Kami bangga menghadirkan misi yang melampaui batas negara: menghadirkan kenyamanan, menginspirasi pembelajaran, dan membangun ketahanan emosional anak-anak yang menjalani prosedur medis,” ujarnya.

2. Pendekatan baru dalam membantu anak-anak menghadapi prosedur medis

Sementara itu, Ardi Hendharto mengatakan program ini membuka pendekatan baru dalam membantu anak-anak menghadapi prosedur medis. Melalui pembelajaran berbasis permainan, anak-anak dapat memahami prosedur MRI dengan cara yang lebih ramah dan membangun rasa percaya diri mereka.

Diskusi yang menghadirkan Tyas Amalia, Sarah Rauzana, dr. Asiyah Nida Khafiyya, serta wakil presiden Asisten United Way Mumbai, berlangsung hangat dan meriah. Pada panel yang dimoderatori Mahmudi Yusbi, Head of Strategic Planning and Business Development ASEAN Foundation tersebut para panelis berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program di lapangan, termasuk bagaimana model LEGO MRI digunakan untuk membantu anak-anak memahami prosedur medis yang sebelumnya terasa menakutkan di Indonesia, Singapura dan India.

Dalam pemaparan laporan program, ASEAN Foundation menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran melalui permainan membantu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap prosedur MRI. Sejumlah mitra pelaksana melaporkan perubahan sikap anak, dari yang sebelumnya menunjukkan kecemasan menjadi lebih siap dan kooperatif setelah mengikuti sesi edukasi menggunakan model LEGO MRI.

Tenaga kesehatan yang terlibat dalam program juga mencatat bahwa anak-anak yang telah mengikuti sesi edukasi cenderung lebih mudah menjalani pemeriksaan. Selain itu, sesi interaktif tersebut membantu memperkuat komunikasi antara tenaga medis, anak, dan orang tua dalam mempersiapkan prosedur medis.

Lebih lanjut, tim ASEAN Foundation menemukan adanya penurunan persentase kebutuhan anestesi pada anak yang telah mengikuti sesi pembelajaran menggunakan LEGO MRI Scanner. Edukasi melalui pendekatan bermain sambil belajar ini dinilai membantu anak memahami proses pemeriksaan secara lebih menyeluruh, sehingga mereka merasa lebih tenang, kooperatif, dan percaya diri saat menjalani prosedur MRI.

3, Tentang CALM MRI

Acara CALM MRI Learn and Play Day 3.0 dihadiri hampir seratus peserta, terdiri dari mitra pelaksana, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, serta undangan lainnya. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan terakhir setelah sebelumnya digelar CALM MRI Learn and Play Day 1.0 pada Agustus 2025 di Sekretariat ASEAN di Jakarta dan Learn and Play Day 2.0 pada November 2025 di Singapura. Diskusi yang berlangsung juga menyoroti pentingnya pendekatan yang berpusat pada anak dalam layanan kesehatan, serta peluang untuk mengembangkan metode edukasi serupa di masa depan.

Program CALM MRI sendiri merupakan bagian dari inisiatif regional di kawasan Indo-Pasifik, dengan total distribusi lebih dari 1.000 set LEGO MRI scanner. Untuk Indonesia dan Singapura, masing-masing memperoleh 324 set. Melalui forum ini, ASEAN Foundation menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang membantu anak-anak memahami prosedur medis secara lebih baik, sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih ramah anak.

Program CALM MRI merupakan kolaborasi ASEAN Foundation, United Way Worldwide, dan LEGO Group. Sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 648 set LEGO MRI scanner telah didistribusikan kepada delapan mitra pelaksana di Indonesia dan satu di Singapura. Program ini juga melibatkan lebih dari 20 rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan, dan lembaga anak, serta menjangkau lebih dari 1.000 anak dan keluarga melalui lebih dari 50 sesi edukasi.