Kemenpar Dorong Desa Wisata Lampung Tingkatkan Daya Saing Global
Sumber Foto: RM.ID
Lifestyle

Kemenpar Dorong Desa Wisata Lampung Tingkatkan Daya Saing Global

RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong desa-desa wisata di Provinsi Lampung meningkatkan daya saing hingga ke kancah global. Langkah ini sejalan dengan tren positif pertumbuhan sektor pariwisata nasional sepanjang 2025.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Tradisi Blangikhan di Lampung Tengah, sebagai wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari inisiatif masyarakat.

Tradisi tersebut tidak hanya menjaga warisan budaya, juga mampu mendorong kesejahteraan ekonomi lokal melalui penguatan ekosistem pariwisata berbasis budaya dan spiritual.

Menurutnya, pengembangan pariwisata berbasis budaya dan spiritual bagian integral dari strategi nasional pariwisata Indonesia.

“Budaya adalah napas dari pariwisata berkualitas, pariwisata yang berdaya saing, berkelanjutan dan berakar kuat pada identitas bangsa,” ujar Ni Luh dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).

Keterlibatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan Blangikhan turut memperkuat dampak positif kegiatan tersebut. Kehadiran produk lokal dalam setiap perayaan budaya menjadi bukti, tradisi mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.

“Inilah wujud nyata pariwisata yang tumbuh dari masyarakat, dikelola bersama dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan lokal,” kata Ni Luh.

Tradisi Blangikhan atau Blangiran, merupakan kearifan lokal masyarakat Lampung berupa ritual penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Prosesi dilakukan melalui penyiraman diri menggunakan air dari tujuh mata air sebagai simbol pembersihan lahir dan batin.

Dilandasi nilai spiritual yang kuat, tradisi ini mengajak masyarakat memperbaiki hubungan dengan sesama, memperkuat kesiapan mental dan spiritual, serta menata diri dalam menyambut ibadah Ramadan.

Tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Tradisi ini menunjukkan kearifan lokal. Bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan yang dapat menjadi fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Penguatan tradisi dan budaya lokal sejalan dengan tren positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan atau tumbuh 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan atau meningkat 17,55 persen.