Kemenperin Dorong Inovasi IKM Drone Tingkatkan Daya Saing Industri
Pewarta: Hendry Prasetiyo
24 Februari 2026, 11:20
Share
Jakarta, MCI News – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi transformasi teknologi di sektor industri melalui pemanfaatan pesawat nirawak atau drone untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional, Senin (23/02/2026) seperti yang dikutip di website kemenperin.go.id. Teknologi Unmanned Aerial Vehicle kini banyak diadopsi pelaku industri untuk kebutuhan survei udara, pemetaan, analisis data hingga logistik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penggunaan drone semakin strategis di berbagai sektor. “Pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle melalui drone ini sekarang jadi layanan yang begitu penting, yang dipakai oleh industri di bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pembangkit energi, dan berbagai sektor lainnya yang dapat mengefisiensikan produksi dan pengawasan di lapangan. Teknologi canggih ini dapat menghasilkan pemetaan yang akurat,” ujarnya.
Menurut Agus, survei pemetaan dengan pesawat nirawak mampu menyajikan informasi spasial secara daring, mulai dari profil wilayah, potensi kawasan, hingga kondisi demografi. Pengguna dapat memantau area secara rinci melalui pengamatan dari udara sehingga proses pengambilan keputusan lebih presisi.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, mengungkapkan bahwa pihaknya terus membina IKM layanan drone agar mampu menjadi penyedia solusi teknologi bagi industri. “Tercatat sebanyak 24 industri kecil dan industri menengah yang bergerak di layanan teknologi drone yang terus kami dampingi, baik dari sisi peningkatan kapasitas internal perusahaan, sampai pembukaan akses pasar dan pengembangan produk,” ungkapnya.
Pada 5-6 Februari 2026, Ditjen IKMA mengunjungi sejumlah IKM drone binaan di Yogyakarta, di antaranya CV AMX UAV Technologies, PT Inderaja Teknik Indonesia, PT Karya Solusi Angkasa, PT Aerotek Global Inovasi, dan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia.
Reni menegaskan dukungan pemerintah diarahkan agar produk drone dan perangkat lunaknya dapat diimplementasikan langsung oleh pelaku industri, termasuk skala IKM. “Kemenperin berupaya untuk mengakselerasi startup ini sebagai penyedia solusi teknologi bagi industri dan masyarakat. Produk mereka, baik pesawat nirawak maupun perangkat lunaknya harus bisa diimplementasikan oleh pelaku industri secara langsung, termasuk yang masih berskala IKM,” ujarnya.
Berbagai fasilitasi telah diberikan, mulai dari pendampingan Startup for Industry, sertifikasi TKDN, fasilitasi SNI ISO 9001, hingga partisipasi dalam pameran nasional dan internasional seperti Manufacturing Indonesia Series dan China-BRICS Science and Innovation Incubation Park.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut Dini Hanggandari menambahkan bahwa partisipasi dalam pameran membuka peluang kolaborasi baru. “Mereka juga berkesempatan melakukan inisiasi pasar di negara BRICS (Afrika Selatan) serta pengembangan produk Smart Spectrum,” imbuhnya.
Sejumlah IKM telah menghasilkan inovasi beragam, mulai dari drone penyemprot pertanian, drone kargo, drone pengawasan dan pemetaan, hingga teknologi pengeinderaan jauh untuk kebutuhan geospasial darat, bawah tanah, dan bawah air. Produk-produk tersebut telah dimanfaatkan di berbagai daerah dan sektor strategis.
Hendry Prasetiyo
Dibaca : 22
Tag Berita
Agus Gumiwang Kartasasmita
Dini Hanggandari
IKM drone
Industri Nasional
kemenperin
Reni Yanita
Unmanned Aerial Vehicle




