Rektor UI Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Menuju Universitas Terpadu
Sumber Foto: Tempo.co
Teknologi

Rektor UI Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Menuju Universitas Terpadu

Kutipan News - REKTOR Universitas Indonesia Heri Hermansyah menegaskan komitmen memperkuat dan mempercepat agenda transformasi digital di lingkungan kampus yang dipimpinnya. Dia menggunakan agenda UI Digital Leap 2026 bertajuk 'Akselerasi Integrasi Sistem Menuju Universitas Digital Terpadu' di Gedung Pusat Administrasi UI, Kampus Depok, Rabu, 4 Maret 2026, sebagai bagian dari komitmen itu.

Heri menjelaskan, UI Digital Leap 2026 merupakan forum strategis untuk memaparkan arah kebijakan, capaian, serta rencana pengembangan transformasi digital UI. Di dalamnya mencakup integrasi sistem lintas unit, penguatan tata kelola berbasis teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta modernisasi infrastruktur digital. "Agenda ini menjadi bagian penting dari langkah institusi dalam mewujudkan tata kelola universitas yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berkelanjutan," ujar Heri.

Menurut Heri, saat ini sudah memasuki industri 4.0, di mana teknologi informasi (Information Technology/IT) sudah sangat viral, bahkan sudah di era penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Sehingga, transformasi digital dinilainya perlu dilakukan untuk membuat sistem administrasi di universitas menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan lebih bisa melayani tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Heri mengungkapkan, sistem administrasi di universitas ada dua kategori, yakni akademik yang hampir 20 tahun baru ada pembaruan sekarang, dan non-akademik. Berbagai sistem administrasi yang non-akademik, menurutnya, juga perlu mendapatkan satu standar yang sama. "Satu data yang sama dan valid, kemudian juga keamanan data yang terjamin, serta sistem yang efektif dan efisien," katanya.

Untuk itu, Heri mencanangkan UI yang unggul dan berdampak (impactful), di mana transformasi digital menjadi bagian dari keunggulan itu. Dampak nyata yang diberikan satu standar, satu data, keamanan yang terjamin, serta sistem yang efektif dan efisien. "Nah hari ini, setelah satu tahun berjalan, Direktorat Transformasi Digital yang kita bentuk untuk mengawal bidang ini melaporkan telah melakukan transformasi apa saja," katanya memaparkan.

Heri mengklaim banyak sistem yang dikembangkan dalam satu kesatuan ekosistem, salah satunya didemonstrasikan pekan lalu terkait transformasi digital di bidang keuangan. Transformasi itu diklaimnya menjadikan kebutuhan data bisa dipenuhi secara real time. "Dulu sebelum menjadi rektor, kita bertanya UI punya uang berapa, sampai dua minggu kemudian kita belum mendapatkan jawabannya," katanya membandingkan.

Ke depannya, Heri menjanjikan, segala informasi terkait UI bisa didapatkan secara real time dari dasbor satu data yang dikembangkan selama satu tahun dalam kerangka transformasi digital Universitas Indonesia. Sedangkan, data yang bisa diakses publik nanti disampaikan melalui laman resmi UI berdasarkan keterbukaan informasi publik. Namun, tetap datanya dijaga keamanannya karena banyak yang bersifat rahasia.

"Ya, jadi ini semacam big data -nya UI yang kemudian diformulasikan dalam sistem informasi yang friendly bagi pengguna. Pengguna di sini adalah manajemen universitas, para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), dan pengguna dengan otoritas-otoritas tertentu apabila memerlukan data yang ada di big data tersebut," ucap Heri.