Muhammad Husein Fadlulloh Dorong Kerjasama Parlemen dan CSO untuk Pembangunan Berkelanjutan di ASEAN
Kutipan News - BANGKOK, FraksiGerindra.id — Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh menghadiri International Forum Group Discussion (FGD) di Bangkok, Thailand. Forum tersebut diselenggarakan oleh Westminster Foundation for Democracy (WFD) bersama Southeast Asian Parliamentarians Against Corruption (SEAPAC) dengan mengangkat tema partisipasi publik yang bermakna dalam pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan sejumlah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), anggota parlemen dari berbagai negara di kawasan ASEAN, serta organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations/CSO) dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang tergabung dalam Just Green Growth Innovation Lab. Diskusi berfokus pada upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan guna menjawab berbagai tantangan global, khususnya terkait keberlanjutan lingkungan.
Dalam sesi diskusi, Husein menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang berorientasi pada manusia sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.
“Perencanaan dan pembangunan yang berfokus pada manusia merupakan kunci utama keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan oleh CSO dalam meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat, yang dinilai sejalan dengan peran parlemen dalam mendorong partisipasi publik dalam proses pembangunan.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara parlemen dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat kolaborasi dalam merespons berbagai persoalan di tingkat akar rumput.
Husein menegaskan, “Duduk bersama seperti ini adalah bentuk partisipasi yang konkret. Melalui dialog, kita dapat menemukan solusi bagi berbagai masalah di tingkat akar rumput.”
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi CSO, termasuk kesulitan dalam berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait isu-isu penting seperti kerusakan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan pariwisata lokal yang berkelanjutan.
Sebagai wakil rakyat, Husein menegaskan komitmen parlemen untuk menjembatani aspirasi masyarakat agar dapat tersampaikan kepada pemangku kebijakan.
“Tugas kami adalah mendengarkan dan mengadvokasi aspirasi masyarakat. Dengan mekanisme yang dimiliki parlemen, kami dapat membantu fasilitasi komunikasi antara masyarakat dan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk mewujudkan solusi yang efektif.”
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai isu yang muncul dalam forum tersebut akan diteruskan kepada komisi terkait di DPR RI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme kelembagaan yang ada.
Menutup diskusi, Husein menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak sebagai fondasi keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“CSO, anggota parlemen, dan pemerintah adalah entitas yang tak terpisahkan. Hanya melalui keterlibatan bersama, kita dapat merencanakan dan merealisasikan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif,” pungkasnya.
Kehadiran delegasi Indonesia dalam forum internasional tersebut dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam mendorong agenda keberlanjutan di kawasan ASEAN, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk masa depan pembangunan yang berkelanjutan.




