Optimalisasi Program MBG Jadi 5 Hari Hemat Anggaran hingga Rp20 Triliun
Kutipan News - JAKARTA, TIMEXKUPANG.FAJAR.CO.ID- Pemerintah mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah optimalisasi program tanpa mengurangi tujuan utama pemenuhan gizi masyarakat.
“Pemerintah mendorong optimalisasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3).
Sebelumnya, program MBG diberikan selama enam hari dalam sepekan. Melalui kebijakan baru ini, distribusi makanan disesuaikan menjadi lima hari, sejalan dengan upaya efisiensi dan transformasi pola kerja pemerintah yang mulai diterapkan per 1 April 2026.
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi wilayah tertentu. Untuk sekolah berasrama, daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta wilayah dengan angka stunting tinggi, layanan MBG tetap diberikan selama enam hari, yakni Senin hingga Sabtu.
“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” kata Airlangga.
Ia menegaskan, efisiensi tersebut tidak akan mengurangi cakupan penerima manfaat program yang hingga awal Maret 2026 telah menjangkau lebih dari 60 juta orang. Penerima MBG meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia (lansia).
Pemerintah menilai langkah optimalisasi ini tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari penyesuaian kebijakan nasional dalam mendorong efisiensi energi dan efektivitas program sosial.




