Panduan Cek Desil untuk Calon Penerima Bansos
Sumber Foto: Medan Aktual
Sosial

Panduan Cek Desil untuk Calon Penerima Bansos

Cek desil adalah cara yang bisa digunakan masyarakat untuk mengetahui apakah dirinya termasuk calon penerima bantuan sosial (bansos) seperti PKH, sembako, atau PBI-JK. Dengan mengetahui desil, masyarakat bisa memastikan prioritas penerima bansos.

Apa Itu Desil dan DTSEN?

Desil adalah kategori tingkat kesejahteraan keluarga di Indonesia, yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN sendiri merupakan gabungan dari tiga sumber data utama:

DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)

Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi)

P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem)

Data ini kemudian disesuaikan dengan data kependudukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dilansir dari laman Tribun, desil terbagi menjadi 10 tingkat, dari yang paling miskin hingga menengah ke atas:

Desil 1: Sangat miskin

Desil 2: Miskin

Desil 3: Hampir miskin

Desil 4: Rentan miskin

Desil 5: Pas-pasan

Desil 6–10: Menengah ke atas

Keluarga di desil 1–4 menjadi prioritas utama penerima bansos, sementara desil 5 masih bisa menerima PBI-JK. Desil 6–10 biasanya tidak menjadi prioritas bantuan.

Cara Cek Masuk Desil di Laman Cek Bansos

Cek desil di DTSEN sangat mudah. Masyarakat hanya perlu mengakses situs cekbansos.kemensos.go.id dan mengikuti langkah berikut:

Masukkan 16 digit NIK KTP

Input kode CAPTCHA yang muncul (klik refresh jika sulit dibaca)

Klik tombol CARI DATA

Setelah itu, situs akan menampilkan nama penerima, desil, serta jenis bansos yang bisa diterima seperti Sembako, PKH, dan PBI-JK, lengkap dengan status dan periode pencairan.

Cara Memperbarui Desil Secara Online dan Offline

Menurut Kepala Pusdatin Kesos, Joko Widiarto, desil bersifat dinamis. Jika dirasa tidak sesuai, masyarakat bisa mengajukan pembaruan melalui:

Perhitungan desil dilakukan ulang secara berkala oleh BPS berdasarkan berbagai data, termasuk kondisi pekerjaan, pendidikan, rumah, listrik, dan kepemilikan aset. Desil 1 mencakup 10% keluarga paling bawah, sedangkan desil 10 mencakup 10% keluarga paling atas.

Dengan partisipasi masyarakat, data menjadi lebih akurat sehingga bantuan sosial bisa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan keluarga.

Sumber Referensi