Peningkatan Keamanan Wisata Bromo Usai Kasus Pencurian Koper Wisman
Sumber Foto: Liputan6.com
Lifestyle

Peningkatan Keamanan Wisata Bromo Usai Kasus Pencurian Koper Wisman

Perbesar

Ketik p

Cari

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama aparat kepolisian melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pelayanan di kawasan wisata internasional Gunung Bromo, menyusul kasus pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand yang sempat viral.

Langkah tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi darurat yang melibatkan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Polsek Sukapura, serta enam desa penyangga utama, yakni Ngadisari, Wonokerto, Jetak, Ngadas, dan Ngadirejo.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, mengatakan bahwa insiden tersebut menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Pihaknya tidak ingin reputasi Bromo sebagai destinasi internasional tercoreng oleh aksi kriminalitas.

"Keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas mutlak. Kami melakukan penataan ulang mulai dari titik parkir resmi, peningkatan frekuensi patroli gabungan, hingga pemasangan CCTV di titik-titik rawan," ujar Heri, Sabtu (21/2/2026).

Selain memperketat pengawasan fisik, Pemkab Probolinggo juga akan menyasar para pelaku jasa wisata. Regulasi bagi pengemudi jip dan penyedia jasa lainnya akan dipertegas guna memastikan standar pelayanan yang profesional dan akuntabel.

Sejumlah poin utama yang disepakati dalam koordinasi lintas sektoral itu antara lain membangun sistem pelaporan cepat antara pelaku wisata dan aparat guna memastikan respons segera saat terjadi insiden. Selain itu, dilakukan penertiban operator jip dan penyedia jasa wisata agar lebih terdata serta memiliki tanggung jawab yang jelas.

"Kolaborasi aktif antara pemerintah desa dan perangkat daerah untuk menjaga marwah Bromo sebagai destinasi unggulan," tambahnya

Janji Beri Proteksi Maksimal

Perbesar

Terkait kasus raibnya barang milik turis mancanegara tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyatakan bahwa timnya tengah bekerja secara profesional untuk mengungkap pelaku.

Ia menjamin kepolisian akan memberikan proteksi maksimal bagi seluruh pengunjung, baik domestik maupun internasional.

"Kami berkomitmen mengungkap kasus ini hingga tuntas. Bromo harus tetap menjadi tempat yang aman dan dipercaya oleh dunia internasional," tegas AKBP Wahyudin.

Dengan penguatan sistem keamanan ini, diharapkan Gunung Bromo tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga jaminan keselamatan bagi setiap pasang mata yang datang berkunjung.