Penurunan Minat Investor Terhadap Surat Utang Negara di Tengah Defisit APBN
Sumber Foto: Tempo.co
Nasional

Penurunan Minat Investor Terhadap Surat Utang Negara di Tengah Defisit APBN

Kutipan News - EMERINTAH pada tahun ini akan menarik utang baru Rp 832,2 triliun atau naik dari target pembiayaan utang 2025 sebesar Rp 775,9 triliun. Pembiayaan utang digunakan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Defisit APBN 2026 dipatok Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Untuk mendapatkan pembiayaan utang, pemerintah mengandalkan pasar keuangan dengan menjual Surat Berharga Negara atau obligasi. Namun masalah muncul lantaran menurunnya minat investor terhadap Surat Utang Negara pada awal tahun.

Pada 6 Januari 2026, penawaran Surat Utang Negara yang masuk mencapai Rp 90,96 triliun. Trennya anjlok sejak awal 2026. Terakhir, pada Selasa, 3 Maret 2026, penawaran yang masuk hanya Rp 50,9 triliun.

Selain penawaran, rasio minat investor atau bid-to-cover ikut turun. Bid-to- cover ratio merupakan indikator yang dipakai untuk membaca minat investor. Makin tinggi bid-to-cover ratio, makin bagus karena menunjukkan permintaan yang kuat. Begitu pula sebaliknya.

Pada Maret 2026, bid-to-cover tercatat 1,49 kali, turun dari Januari 2026 yang mencapai 2,27 kali. Rasio mendekati 1 kali dianggap menunjukkan kian lemahnya minat investor terhadap obligasi pemerintah. Adapun rata-rata bid-to-cover pada 2025 tercatat 3,03 kali.

Susutnya minat investor terhadap Surat Utang Negara terjadi di tengah penilaian lembaga pemeringkat, seperti Moody's dan Fitch Ratings. Yang terbaru, Rabu, 4 Maret 2026, Fitch Ratings memangkas outlook atau proyeksi rating utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dua hal tersebut dianggap menunjukkan makin sulitnya Indonesia mencari utang. Padahal utang tersebut dibutuhkan untuk membiayai berbagai program pemerintah.

Utang yang ditargetkan pada APBN 2026 mencapai Rp 832,2 triliun. Namun, jika penerimaan negara anjlok, utang yang dibutuhkan akan lebih membengkak. Karena itu, Surat Utang Negara diharapkan berperan menutup defisit.