Perhutani Tutup Objek Wisata Nyawang untuk Lindungi Lingkungan
KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Perhutani menutup sementara objek wisata Nyawang Bandung Kabupaten Bandung Barat buntut dari aktivitas offroad yang sempat menuai aksi protes. Offroad dinilai merusak jalan dan lingkungan di wilayah Lembang.
Pemerintah daerah pun menegaskan kegiatan wisata harus tetap memperhatikan keselamatan pengunjung, kepentingan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.
Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, mengatakan sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi berantai bagi masyarakat. Namun, setiap aktivitas usaha, termasuk wisata atraksi seperti offroad, harus dijalankan secara bijak dan tidak menimbulkan konflik sosial. “Kegiatan pariwisata memang memiliki multiplier effect karena melibatkan banyak pihak. Tetapi harus mendengarkan aspirasi masyarakat dan pemilik lahan,” ujarnya.
Ia menegaskan perlunya dialog antara pengelola wisata, Perhutani sebagai pemegang kewenangan lahan, serta warga setempat. Menurut dia, komunikasi terbuka menjadi kunci agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan lingkungan sekitar.
Selain aspek sosial, Disparbud juga menyoroti faktor keselamatan. Aktivitas offroad dinilai memiliki tingkat risiko tinggi sehingga standar keamanan harus dipastikan secara ketat oleh penyelenggara. “Wisatawan membayar untuk layanan tersebut, maka keselamatannya wajib dijamin. Itu yang kami tekankan,” kata David.
Asisten Perhutani BKPH Lembang, Cucu Supriatna, membenarkan adanya aktivitas offroad tanpa izin di kawasan hutan tersebut. Ia menyebut kerja sama dengan masyarakat cukup membantu membatasi pergerakan kelompok yang beroperasi di luar ketentuan, terlebih pengawasan tak dapat dilakukan 24 jam.
Ketua Koperasi Safari Hutan, Aceh, mengatakan, offroad dihentikan untuk perbaikan jalur dan penanaman pohon. Ia memastikan ada rute khusus dan aktivitasnya tidak dilakukan hingga malam.***




