Peringatan Lima Tahun Kemitraan Strategis ASEAN-Australia, Investasi untuk Masa Depan
Sumber Foto: Harian Bogor Raya
Internasional

Peringatan Lima Tahun Kemitraan Strategis ASEAN-Australia, Investasi untuk Masa Depan

Kutipan News - HARIAN BOGOR RAYA – Peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN–Australia menjadi momentum penting dalam hubungan kawasan. Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kolaborasi nyata dengan negara-negara Asia Tenggara melalui berbagai program strategis bernilai ratusan juta dolar Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara ASEAN-Australia Buka Puasa bersama Rekan Media yang digelar di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026. Dalam suasana Ramadan yang hangat, Dubes McDonald menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada para kolega yang menjalankan, sekaligus mengapresiasi kehadiran media Indonesia dan regional yang dinilainya memiliki peran vital dalam memperkuat pemahaman publik terhadap kemitraan kawasan.

Menurutnya, tahun ini menjadi tonggak bersejarah karena menandai lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif antara Australia dan Association of Southeast Asian Nations. Ia menekankan bahwa hubungan tersebut bukan sekadar label diplomatik, melainkan kerja sama konkret yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan ASEAN.

Australia sendiri tercatat sebagai mitra dialog pertama ASEAN sejak 1974. Saat itu, pemerintah Australia mengambil langkah diplomatik yang disebutnya sebagai keputusan historis dengan menjadi mitra dialog resmi. Bahkan sejak awal, pemerintah Australia menilai ASEAN sebagai organisasi paling konsekuensial di kawasan Asia Tenggara.

Perjalanan panjang itu kemudian mencapai babak baru pada 2021, ketika Australia dan ASEAN sepakat meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Kesepakatan tersebut semakin diperkuat saat peluncuran berbagai inisiatif unggulan pada 2023, bertepatan dengan masa keketuaan Indonesia di ASEAN.

Salah satu langkah konkret yang disorot adalah investasi senilai 204 juta dolar AS yang dikucurkan Australia untuk memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif. Dana tersebut difokuskan pada program-program prioritas yang mendukung pembangunan berkelanjutan, stabilitas kawasan, serta penguatan kapasitas negara-negara anggota ASEAN.

“Kemitraan ini bukan sekadar nama. Yang kami inginkan adalah hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat ASEAN,” tegas McDonald. Ia juga menyinggung simbol kemitraan yang memadukan lambang ASEAN dengan kanguru—ikon Australia—yang melambangkan semangat bergerak maju dan dinamis, selaras dengan visi kolaborasi jangka panjang kedua pihak.

Momentum lima tahun ini, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan capaian sekaligus memperkuat arah kerja sama ke depan. Ia mengajak media untuk terus menggali dan menyampaikan kisah sukses hubungan ASEAN–Australia agar publik memahami nilai strategis kemitraan tersebut di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.