Pesantren Lemka: Pusat Kaligrafi Berprestasi di Sukabumi
Kutipan News - SUKABUMI, KOMPAS.com - Jemari lentik para santri tampak lincah menari di atas kanvas. Perpaduan warna yang cantik dan goresan tinta yang presisi menciptakan karya kaligrafi bernilai seni tinggi. Inilah suasana keseharian di Pondok Pesantren Kaligrafi Al-Quran Lemka, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Pesantren yang telah berdiri selama 27 tahun ini menjadi kawah candradimuka bagi ratusan santri dari berbagai penjuru Indonesia untuk mendalami seni khat. Salah satunya adalah Nauratul Iffah (18), santriwati asal Aceh yang rela menempuh perjalanan ribuan kilometer demi belajar di Lemka.
“Di sini kami belajar berbagai jenis khat, mulai dari naskhi, tsuluts, diwani, diwani jali, farisi, kufi, hingga riq’ah,” ujar Iffah saat ditemui, Selasa (3/3/2026).
Proses Panjang Menuju Kesempurnaan
Iffah menjelaskan bahwa membuat satu karya kaligrafi bukanlah perkara instan. Rata-rata dibutuhkan waktu sekitar 8 jam, mulai dari pembuatan model, sketsa menggunakan penggaris agar presisi, penggoresan tinta menggunakan kalam, hingga tahap pewarnaan dan penyelesaian (finishing).
Pimpinan Pesantren Lemka, Didin Sirojuddin, menegaskan bahwa prestasi yang diraih para santrinya saat ini adalah buah dari perjalanan panjang selama hampir tiga dekade.
“Umur pesantren ini sudah 27 tahun. Hasil yang kita lihat sekarang tidak datang sekejap, perjalanannya begitu panjang,” jelas Didin.
Dominasi di Kancah Nasional dan Internasional
Kerja keras tersebut terbayar lunas dengan rentetan prestasi gemilang. Didin mengungkapkan bahwa pada ajang MTQ Nasional terakhir di Kalimantan Timur, hampir seluruh finalis merupakan santri Lemka.
“Dari total 30 peserta yang masuk final, 28 orang di antaranya dari Lemka. Begitu juga pada peraduan menulis khat tingkat ASEAN di Brunei Darussalam beberapa waktu lalu, empat kategori juara satunya diborong oleh santri kami,” tegas Didin bangga.
Bagi para santri dan pengasuh di Lemka, kaligrafi bukan sekadar tulisan indah. Seni ini merupakan metode dakwah yang efektif untuk menyebarkan pesan Al-Quran dan Hadis melalui keindahan visual yang bernilai estetika tinggi.




