Polri dan Pemkab Probolinggo Tingkatkan Keamanan Wisata Bromo Pasca Kasus Pencurian
Sumber Foto: Antara News jatim
Lifestyle

Polri dan Pemkab Probolinggo Tingkatkan Keamanan Wisata Bromo Pasca Kasus Pencurian

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperkuat keamanan dan pelayanan di kawasan wisata Gunung Bromo setelah terjadinya kasus pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di wilayah setempat.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Probolinggo bersama Polsek Sukapura dengan sejumlah desa penyangga, yakni Desa Ngadisari, Wonokerto, Jetak, Ngadas, Wonokerto, dan Ngadirejo telah menggelar rapat koordinasi penataan keamanan dan pelayanan wisata di kawasan Gunung Bromo.

"Kegiatan itu menjadi langkah strategis untuk menata ulang sekaligus mengembalikan situasi keamanan dan kenyamanan wisatawan di destinasi unggulan Kabupaten Probolinggo," kata Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi dalam keterangannya di kabupaten setempat, Sabtu.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, Kapolsek Sukapura, jajaran Kecamatan Sukapura, para kepala desa kawasan penyangga, operator jip wisata serta tokoh masyarakat, sehingga kehadiran lintas unsur itu mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem pengamanan kawasan wisata.

"Keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Rakor yang telah kami gelar sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan kawasan Gunung Bromo tetap aman, tertib dan nyaman bagi wisatawan, sehingga berharap kejadian yang merugikan wisatawan tidak terulang kembali," katanya.

Ia mengatakan pihaknya bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi penataan parkir, pengawasan hingga penguatan regulasi bagi pelaku jasa wisata.

"Kami akan menata ulang titik parkir resmi, meningkatkan patroli gabungan serta mendorong pemasangan CCTV di titik-titik rawan. Selain itu, aturan bagi pengemudi dan pelaku jasa wisata juga akan kami pertegas agar pelayanan kepada wisatawan semakin profesional," ujarnya.

Kehilangan barang milik wisatawan asal Thailand beberapa waktu lalu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penanganan oleh Polres Probolinggo.

Heri mengimbau seluruh pelaku wisata untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat sistem pelaporan apabila terjadi insiden di lapangan.

"Koordinasi dan komunikasi harus berjalan cepat dan terintegrasi. Setiap kejadian di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan sigap oleh aparat maupun instansi terkait," tuturnya.

Ia menjelaskan pentingnya sinergi antara pelaku wisata, pemerintah desa, unsur forkopimka, Disporapar hingga perangkat daerah terkait lainnya karena kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan citra Kabupaten Probolinggo sebagai destinasi wisata unggulan.

"Keamanan kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Gunung Bromo akan tetap menjadi destinasi yang aman dan dipercaya wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," katanya.

Sebelumnya, Kapolres Probolinggo Ajun Komisaris Besar Polisi M. Wahyudin Latif mengatakan pihaknya berkomitmen mengungkap kejadian itu secara profesional serta memberikan rasa aman kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026