Proyeksi Harga Emas 2026: Target US$6.000 dan Peluang Saham ANTM
Sumber Foto: Bareksa.com
Ekonomi

Proyeksi Harga Emas 2026: Target US$6.000 dan Peluang Saham ANTM

Mengapa prospek emas masih bullish? Berikut penjelasan sederhananya.

1. Bank Sentral Dunia Makin Agresif Borong Emas

Dalam satu dekade terakhir, bank sentral global meningkatkan cadangan emas secara signifikan.

The Fed mencatat pertumbuhan cadangan emas sekitar 10,53% CAGR sejak 2015, dengan nilai cadangan mencapai US$682,3 miliar.

Bank sentral Rusia dan China juga agresif menambah kepemilikan emas, masing-masing mencatat pertumbuhan dua digit dalam periode 2015–2025.

Negara-negara BRICS mulai memperbesar porsi emas dalam cadangan devisa sebagai strategi diversifikasi dari dolar AS.

Lonjakan pembelian emas oleh bank sentral memperkuat sentimen bullish jangka panjang, sekaligus mempersempit pasokan di pasar global.

2. Produksi Emas Global Melambat

Produksi emas dunia mencapai rekor baru 3.671,6 ton pada 2025. Namun pertumbuhannya sangat tipis, hanya sekitar 1% YoY, dengan CAGR 1,16% periode 2018–2025.

Menariknya:

Volume permintaan emas global hanya tumbuh 0,51% CAGR.

Namun nilai permintaan melonjak 13,48% CAGR akibat kenaikan harga.

Permintaan investasi naik 84% YoY menjadi 2.175,3 ton pada 2025.

Artinya, kenaikan harga emas lebih didorong oleh pembelian berbasis investasi dibandingkan konsumsi fisik.

3. Outlook Industri Emas Indonesia 2026

Produksi emas Indonesia belum sepenuhnya pulih ke level pra-pandemi.

Beberapa faktor kunci:

Tambang PT Freeport Indonesia (Grasberg) sempat menghentikan produksi pada September 2025 akibat longsor besar.

Proyek Pani milik Merdeka Group diperkirakan mulai berkontribusi pada 2026.

Pencabutan izin tambang Martabe dan lambatnya progres proyek Doup berpotensi menahan pemulihan lebih agresif.

Dengan kembali beroperasinya Grasberg di kuartal II 2026, produksi nasional diproyeksikan mulai pulih secara bertahap.

4. Investor Indonesia Semakin Loyal ke Emas

Survei World Gold Council menunjukkan:

65% responden Indonesia memilih emas sebagai kelas aset favorit.

43% memilih perhiasan emas.

15% memilih Gold ETF.

18% memilih surat berharga berbasis emas.

Dengan suku bunga deposito sekitar 3,5%, emas menjadi alternatif lindung nilai yang lebih menarik. Pada 2025, emas mencatat kenaikan 44%, setelah melonjak 33% pada 2024, dua tahun berturut-turut mengungguli saham Asia, global equities, obligasi, hingga US Treasuries.

Tren ini menunjukkan potensi pergeseran alokasi dana masyarakat dari konsumsi ke aset lindung nilai.

5. Rekomendasi Saham Emas Pilihan 2026

Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Target Price: Rp4.600

PE: 13,7x | EV/EBITDA: 11,5x (FY25 annualized)

Diuntungkan oleh pemulihan pasokan domestik dan permintaan emas bermerek Antam.

Ekspansi smelter RKEF (2027) & HPAL (2028) memperkuat prospek jangka panjang.

Merdeka Gold Resources (EMAS)

Target Price: Rp9.500

Memiliki 7,0 Moz resources & 4,8 Moz reserves.

Target produksi puncak 500 koz pada 2029.

Proyek Pani diproyeksikan masuk kuartil pertama global dari sisi cash cost (~US$1.070/oz).

Outlook Harga Emas 2026: Target US$6.000/oz

NHKSI Research mempertahankan rekomendasi Overweight Gold dengan target harga akhir tahun di US$6.000 per troy ounce.

Faktor pendorong utama:

Ketegangan geopolitik global

Dinamika perdagangan internasional

Permintaan kuat dari bank sentral & investor ritel

Potensi pemangkasan suku bunga The Fed

Emas bukan lagi sekadar aksesori, melainkan instrumen strategis untuk menjaga daya beli dan stabilitas portofolio di tengah volatilitas global.

Kesimpulan

Emas (XAU/US$) tetap berada dalam tren bullish kuat didorong pembelian bank sentral, produksi global yang melambat, serta tingginya permintaan investasi. Dengan potensi penurunan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik, target US$6.000/oz dinilai realistis. Di domestik, ANTM dan EMAS menjadi pilihan utama untuk eksposur sektor emas 2026.

FAQ

1. Berapa target harga emas 2026?

Target akhir 2026 diproyeksikan di sekitar US$6.000 per ons.

2. Apa faktor utama pendorong kenaikan emas?

Pembelian bank sentral, ketegangan geopolitik, produksi tambang yang lambat, dan potensi pemangkasan suku bunga.

3. Apakah emas masih layak dibeli setelah naik tinggi?

Selama tren global masih mendukung safe haven, emas tetap menarik untuk diversifikasi.

4. Pilih emas fisik atau saham emas?

Emas fisik cocok untuk lindung nilai, sementara saham seperti ANTM dan EMAS memberi potensi pertumbuhan lebih tinggi namun dengan risiko lebih besar.

5. Apa risiko investasi emas?

Penguatan dolar AS, suku bunga naik lebih tinggi dari perkiraan, atau stabilitas global yang membaik cepat.

Investasi di Aplikasi Jual - Beli Emas Terbaik - Bareksa

Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.

* Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.