Roby Tremonti Tanggapi Kontroversi Memoar Aurelie Moeremans, Batasi Komentar di Instagram
Rilis buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya Aurelie Moeremans telah menarik perhatian publik dan memicu perbincangan di media sosial. Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkapkan pengalaman traumatisnya terkait perawatan anak yang dialaminya sejak remaja, termasuk pengalaman hubungan manipulatif yang dimulai saat ia berusia 15 tahun.
Dalam memoar itu, Aurelie menggambarkan proses grooming yang dialaminya, yang ditandai dengan perhatian berlebihan, kontrol emosional, dan ketergantungan psikologis. Meskipun tidak menyebut nama langsung, sosok pria dewasa yang ia sebut dengan nama samaran 'Bobby' menjadi sorotan publik. Banyak warganet yang mengaitkan sosok ini dengan Roby Tremonti, yang sebelumnya pernah mengakui hubungan dan pernikahan secara agama dengan Aurelie ketika ia masih sangat muda.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap buku tersebut, Roby Tremonti merespons melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan bahwa dampak dari buku itu telah mengakibatkan banyak komentar negatif dan fitnah yang diarahkan kepadanya. "Dampak dari buku tersebut membuat akun Instagram saya mendapatkan komentar-komentar fitnah yang super, tujuan dari sumber tersebut memang jelas mau membuat kredibilitas saya hancur alias cancel culture bahasa modern sekarang ya," tulisnya pada Sabtu, 10 Oktober.
Walaupun Roby tidak memberikan klarifikasi mendalam mengenai isi buku Aurelie, unggahan tersebut mencerminkan keprihatinannya terhadap situasi yang terjadi. Detail-detail dalam buku itu, meskipun menggunakan nama samaran, telah memicu spekulasi di kalangan masyarakat, terutama mengenai hubungan masa lalu antara Aurelie dan Roby.
Aurelie dalam bukunya menyampaikan, "Telapak kakinya yang dingin, lembab, dan kotor menekan pipiku. Aku bisa merasakan butiran debu di kulitnya, mencium bau keringatnya. Bukan rasa sakit yang menghancurkanku, tapi rasa jijik, bahwa kesadaran ia bisa melakukan itu tanpa ragu, bahwa ia bisa memperlakukan wajahku seperti lantai, seperti tanah, seperti aku bukan manusia." Penggambaran ini semakin memperkuat spekulasi mengenai sosok yang dimaksud dan memicu diskusi luas di kalangan publik.
Dalam situasi ini, Roby juga membatasi kolom komentar di akun Instagram-nya untuk menghindari lebih banyak komentar yang dianggap merugikan. Kontroversi ini menunjukkan dampak luas dari pengakuan pribadi dalam bentuk memoir dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi individu yang terlibat.




