Saham MBMA Melonjak 45% di 2026, Apakah Layak Jadi Pilihan Investasi?
Saham MBMA kembali menjadi sorotan pasar setelah mencatatkan kenaikan signifikan sejak awal tahun 2026. Emiten Grup Saratoga dan Boy Thohir ini melesat 45,97% secara year-to-date (YtD) dan bahkan menguat lebih dari 100% dalam enam bulan terakhir. Pada perdagangan terakhir, saham MBMA ditutup di level Rp905 per lembar setelah dibuka di Rp830, dengan rentang pergerakan harian Rp800–Rp945 dan kapitalisasi pasar mencapai Rp97,74 triliun. Lonjakan ini juga diiringi aksi net buy asing sebesar 223,26 juta lembar, menunjukkan minat kuat investor global.
Kinerja Saham MBMA dan Prospek Fundamental
Penguatan saham MBMA tidak lepas dari sentimen positif sektor komoditas, khususnya nikel. Perseroan dinilai berada pada posisi strategis untuk memanfaatkan rencana pengetatan pasokan nikel nasional pada 2026 serta reli harga komoditas global. Kombinasi faktor makro yang mendukung dan strategi internal seperti efisiensi biaya serta penguatan hilirisasi menjadi katalis utama. Produksi nickel pig iron (NPI) tetap menjadi kontributor utama EBITDA, sementara proyek high pressure acid leach (HPAL) memasuki fase krusial yang dapat memperkuat posisi perseroan di rantai pasok baterai.
Kinerja operasional MBMA sepanjang Januari–September 2025 telah menunjukkan efisiensi yang solid. Strategi hilir berbiaya rendah dinilai mampu menopang profitabilitas di tengah fluktuasi harga komoditas. Meski demikian, berdasarkan konsensus Bloomberg, mayoritas sekuritas memang memberikan rekomendasi beli, namun target harga 12 bulan berada di Rp738,33 atau mencerminkan potensi koreksi sekitar -18% dari harga terakhir. Artinya, pasar saat ini sudah mengapresiasi cukup tinggi ekspektasi pertumbuhan ke depan.
Sebagai pembanding, saham afiliasinya yakni MDKA juga mencatat kenaikan 51,50% YtD 2026 dan mendapat rekomendasi beli dari seluruh analis yang meliput. Katalis positif MDKA datang dari kenaikan harga emas global yang telah menembus US$5.000 per ounce serta percepatan proyek Tambang Emas Pani. Namun, fokus utama investor tetap tertuju pada MBMA sebagai pemain utama hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik yang memiliki momentum pertumbuhan jangka menengah.
Dengan kombinasi sentimen asing, dukungan harga komoditas, serta strategi ekspansi yang agresif, saham MBMA menawarkan peluang sekaligus risiko volatilitas yang perlu dicermati. Pergerakan harga yang sudah naik signifikan menuntut kamu untuk lebih selektif dalam menentukan timing masuk dan strategi pengelolaan risiko.
Saatnya Susun Strategi Investasi Saham Secara Terukur
Momentum seperti yang terjadi pada saham MBMA bisa menjadi peluang menarik jika diimbangi analisis dan manajemen risiko yang matang. Pastikan kamu memahami fundamental perusahaan, valuasi terkini, serta prospek industrinya sebelum mengambil keputusan. Melalui Ajaib, kamu bisa memantau pergerakan pasar secara real-time dan mulai investasi saham dengan lebih praktis, aman, serta sesuai profil risiko kamu.




