Turnstile: Musisi Harus Suarakan Isu Kemanusiaan di Tengah Kekerasan Global
Kutipan News - JAKARTA - Unit hardcore asal Amerika Serikat, Turnstile, memberikan pandangannya mengenai urgensi seniman dalam menyuarakan isu-isu politik dan kemanusiaan.
Saat melenggang di atas karpet merah BRIT Awards 2026 yang digelar di Co-op Live, Manchester, akhir pekan lalu, Turnstile menyampaikan keyakinan mereka bahwa panggung musik bukan sekadar tempat hiburan, melainkan ruang refleksi sosial.
Vokalis Turnstile, Brendan Yates, menyatakan bahwa musisi memiliki tanggung jawab moral untuk menggunakan platform mereka demi menentang ketidakadilan.
Hal ini berkaitan dengan sikap vokal Turnstile belakangan ini mengenai meningkatnya kekerasan negara di berbagai belahan dunia.
Yates memandang bahwa di tengah situasi global yang makin memanas, empati adalah kunci utama yang harus terus digaungkan oleh para pelaku seni.
"Ini sangat penting. Saya pikir seniman berfungsi sebagai cermin untuk merefleksikan apa yang sedang terjadi di dunia. Terutama di Amerika Serikat saat ini, ada banyak dehumanisasi dan kebutuhan besar akan empati serta kesadaran,” kata Yates, dikutip NME, Selasa, 3 Maret.
“Kami adalah sebuah band dan kami mencoba melakukan apa yang kami bisa untuk merefleksikan hal itu, membiarkan orang memiliki suara, dan menyinari hal tersebut," sambungnya.
Eksistensi Turnstile di tahun 2026 memang sedang berada di puncak. Sebelum menghadiri BRIT Awards, mereka sukses memborong dua trofi di Grammy Awards 2026 untuk kategori Best Rock Album lewat album “Never Enough” dan Best Metal Performance untuk lagu “Birds”.
Yang disuarakan Turnstile juga kerap tergambar dari media sosial. Mereka juga konsisten menyoroti krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Sudan, hingga Iran, dengan menegaskan bahwa misi band ini adalah mencari benang merah kolektif di tengah dunia yang terpecah.
Adapun Turnstile dijadwalkan akan melanjutkan tur musim panas mereka di Inggris, termasuk tampil di The Piece Hall pada Agustus mendatang dan menjadi pendukung utama dalam konser Tyler, The Creator di All Points East.




