Waspada Tautan Pendaftaran Bansos Palsu Senilai Rp 2,5 Juta
Konten yang diunggah pada 4 Februari 2026 itu, membagikan tautan untuk mengecek isi KTP di alamat https://pendaftaran19.online-ri.com. Tautan tersebut meminta warga untuk mengisi form pendaftaran dengan sejumlah data-data pribadi.
Lalu benarkah di dalam KTP terdapat bantuan senilai Rp 2,5 juta di bulan Februari atau Maret 2026?
PEMERIKSAAN FAKTA
Tempo memverifikasi tautan yang beredar dan membandingkannya dengan situs resmi dari otoritas pengelola bantuan sosial (bansos). Hasilnya, Kemensos tidak pernah membagikan informasi mengenai bantuan Rp 2,5 juta pada Februari dan Maret 2026.
Akun Facebook Bansos Kemensos yang membagikan tautan tersebut, bukanlah akun Kementerian Sosial resmi. Akun ini baru dibuat pada 4 Februari 2026.
Kementerian Sosial memiliki akun resmi di Facebook yang beralamat di https://www.facebook.com/kemsosri. Akun resmi tersebut memiliki tanda terverifikasi berwarna biru dengan jumlah pengikut mencapai 320 ribu.
Simak perbedaan tampilan muka akun Kemensos resmi dan palsu berikut:
Selain akun Facebook palsu, tautan yang disertakan https://pendaftaran19.online-ri.com juga bukan situs resmi untuk mengecek maupun mendaftar program bantuan sosial.
Informasi resmi bantuan sosial hanya dipublikasikan melalui kanal resmi Kementerian Sosial Kemensos di https://cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos di Play Store/App Store.
Dilansir situs Kemensos.go.id, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan waspada terhadap segala hoaks yang mencatut bantuan sosial.
Penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Jika Masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam STKS, bisa diusulkan oleh pemerintah daerah atau mengajukan melalui aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah.
Pencairan Bansos 2026
Tempo menulis bahwa pemerintah telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 17 triliun untuk bansos yang akan disalurkan menjelang Lebaran 2026. Ada dua jenis bansos yang disalurkan, yakni reguler dan adaptif.
Bansos reguler adalah bantuan sembako dan program keluarga harapan (PKH) yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp 17,5 triliun.
“Bansos adaptif untuk bansos kebencanaan termasuk untuk Sumatera dan juga untuk bencana di beberapa tempat lain dengan nilai lebih dari Rp 2,3 triliun,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain dua jenis tersebut, Kemensos juga mengalokasikan anggaran bantuan berupa atensi dan asistensi rehabilitasi sosial. Total dana untuk bantuan jenis ini senilai Rp 20 triliun, namun yang sudah tersalur lebih dari Rp 17 triliun. Sisanya akan menyusul.
Nilai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 2026 sebesar Rp200 ribu per bulan yang disalurkan bertahap setiap triwulan. Total bantuan yang diterima sekali pencairan Rp 600 ribu untuk periode Januari, Februari dan Maret.
Sementara itu, besaran bantuan PKH bervariasi, mulai dari Rp 225 ribu hingga Rp 750 ribu tergantung pada kategori penerima. Kategori itu meliputi anak usia sekolah, lanjut usia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta anak usia dini.
Pencairan bansos akan dilakukan melalui dua jalur, yakni transfer langsung lewat himpunan bank negara (Himbara) dan secara tunai melalui pos.
KESIMPULAN




