56 Desa di Gresik Rawan Kekeringan, 1.177 Petani Gagal Panen Terima Bansos
Kutipan News - Sebanyak 56 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Gresik teridentifikasi sebagai wilayah rawan kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian, dengan 1.177 petani mengalami gagal panen akibat kekurangan pasokan air. Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada para petani terdampak.
Awal Kejadian
Kekeringan yang melanda Gresik terjadi seiring dengan musim kemarau yang lebih panjang, diperparah oleh fenomena El Niño. Hal ini menyebabkan penurunan signifikan pada debit air di sungai, waduk, dan sumur, sehingga mempengaruhi hasil pertanian di kawasan tersebut.
Perkembangan
Pemerintah Kabupaten Gresik telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Bupati Gresik. Penetapan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari total 1.177 penerima bantuan, mayoritas berasal dari Kecamatan Cerme dengan 1.013 petani, diikuti oleh Kecamatan Duduksampeyan dan Kecamatan Benjeng.
Kondisi Terakhir
Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan, termasuk normalisasi embung dan pembangunan jaringan irigasi yang adaptif. Selain itu, terdapat program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) serta penggunaan varietas benih yang tahan kekeringan. Salah satu petani, Wati dari Desa Guranganyar, mengaku bantuan yang diterimanya sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gagal panen.




