Sumber Foto: Pembrita Bogor
Kutipan Kunci
Analisis Unsur Kebahasaan dalam Novel Sejarah untuk Kelas 12
Pendidikan Bahasa Indonesia di tingkat kelas 12 memfokuskan pada pemahaman dan analisis unsur kebahasaan dalam karya sastra, termasuk novel sejarah. Salah satu referensi penting adalah buku paket Bahasa Indonesia edisi 2018 dari Kemendikbud, yang memberikan panduan dalam menganalisis kaidah kebahasaan yang terkandung dalam novel.
Tabel Analisis Unsur Kebahasaan
Berikut adalah analisis berdasarkan kutipan dari novel sejarah "Kemelut di Majapahit (jilid 01)" yang dilakukan dengan mengisi tabel sebagai berikut:
- Kaidah Kebahasaan:
- 1. Kalimat Bermakna Lampau
- Kutipan teks: "Guncangan pertama yang memengaruhi hubungan ini adalah ketika Sang Prabu telah menikah." (Paragraf 2)
- Kutipan teks: "Datanglah pasukan yang beberapa tahun lalu diutus oleh mendiang sang Prabu Kertanegara ke negeri Melayu." (Paragraf 3)
- 2. Penggunaan Konjungsi yang Menyatakan Urutan Waktu
- Kutipan teks: "Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana." (Paragraf 1)
- Kutipan teks: "Sebelum puteri dari tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara." (Paragraf 2)
- 3. Penggunaan Kata Kerja Material
- Kutipan teks: "Sebelum puteri dari tanah Melayu ini menjadi istrinya yang kelima, Sang Prabu Kertarajasa Jayawardhana telah mengawini semua putri mendiang Raja Kertanegara." (Paragraf 2)
- Kutipan teks: "Sang Prabu sangat mencintai istri pemuda ini yang setelah diperisteri oleh Sang Baginda, lalu diberi nama Sri Indraswari." (Paragraf 3)
- 4. Penggunaan Kalimat Tidak Langsung
- Kutipan teks: "Mendengar akan pengangkatan patih ini, merahlah muka Adipati Ronggo Lawe." (Paragraf 6)
- Kutipan teks: "Tirtowati juga memperingatkan karena melempar nasi ke atas lantai seperti itu penghinaan terhadap Dewi Sri dan dapat menjadi kualat." (Paragraf 7)
- 5. Penggunaan Kata Kerja Mental
- Kutipan teks: "Hal ini dilakukannya karena beliau tidak menghendaki adanya dendam dan perebutan kekuasaan kelak." (Paragraf 2)
- Kutipan teks: "Sang Prabu sangat mencintai istri termuda ini yang setelah diperisteri oleh Sang Baginda, lalu diberi nama Sri Indraswari." (Paragraf 3)
- 6. Penggunaan Dialog
- Kutipan teks: "Kakangmas adipati ... harap Paduka tenang ...,” Dewi Mertorogo menghibur suaminya. "Ingatlah, Kakangmas Adipati ... sungguh merupakan hal yang kurang baik mengembalikan berkah ibu pertiwi secara itu..." (Paragraf 7)
- Kutipan teks: "Kakang Ronggo Lawe, apakah maksudmu dengan ucapan itu?" (Paragraf 8)
- 7. Penggunaan Kata Sifat
- Kutipan teks: "Tentu saja Ronggo Lawe, sebagai seorang yang amat setia sejak zaman Prabu Kertanegara, berpihak kepada Dyah Gayatri." (Paragraf 5)
- Kutipan teks: "Mendengar berita itu dari seorang penyelidik yang datang menghadap pada waktu sang adipati sedang makan, Ronggo Lawe marah bukan main." (Paragraf 7)
Dari analisis ini, siswa diharapkan dapat memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan dalam karya sastra, serta meningkatkan kemampuan analisis teks yang lebih mendalam.




