Bansos Ramadan 2026: PKH dan BPNT Cair Rp15 Triliun, Ratusan Ribu Ton Beras dan Minyak Siap Disalurkan
Sumber Foto: Radar Tulungagung
Sosial

Bansos Ramadan 2026: PKH dan BPNT Cair Rp15 Triliun, Ratusan Ribu Ton Beras dan Minyak Siap Disalurkan

Kutipan News - RADAR TULUNGAGUNG - Bansos Ramadan 2026 cair besar-besaran. Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) triwulan pertama tahun ini sudah mencapai lebih dari 85 persen dengan total anggaran menembus Rp15 triliun. Program ini mencakup PKH, BPNT, hingga bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci.

Kabar bansos Ramadan 2026 cair besar-besaran ini menjadi angin segar bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM). Di tengah meningkatnya kebutuhan pokok saat Ramadan, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog memastikan distribusi bantuan berjalan masif dan tepat sasaran.

Berdasarkan data resmi Kemensos per 23 Februari 2026, realisasi pencairan bansos menunjukkan progres signifikan. Dengan bansos Ramadan 2026 cair besar-besaran, mayoritas keluarga prasejahtera telah menerima bantuan sejak awal puasa.

Realisasi PKH dan BPNT Tembus 90 Persen

Program Keluarga Harapan (PKH) dari target 10 juta keluarga tercatat telah tersalurkan kepada 8,9 juta keluarga atau sekitar 89,4 persen dengan nilai lebih dari Rp6 triliun. Sementara itu, bantuan sembako atau BPNT dari target 18,25 juta keluarga telah cair ke 16,7 juta keluarga atau 91,58 persen dengan nilai lebih dari Rp10 triliun.

Penyaluran dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI. Bagi KPM yang saldo KKS-nya sudah masuk, pemerintah mengimbau agar bantuan digunakan bijak untuk kebutuhan pokok seperti beras, minyak, telur, dan bahan pangan utama lainnya.

Lalu bagaimana dengan yang belum cair? Kemensos menjelaskan terdapat sekitar 3 juta penerima baru hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Rinciannya, 1 juta penerima baru PKH dan 2 juta penerima baru BPNT.

Sebagian penerima baru ini belum memiliki rekening bank, sehingga proses penyaluran memerlukan pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, hingga opsi penyaluran melalui PT Pos Indonesia. Estimasi penyelesaian proses administratif ini memakan waktu 1–2 bulan agar bantuan tetap tepat sasaran.

Setiap keluarga akan menerima beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Ada kemungkinan bantuan disalurkan sekaligus untuk dua bulan, sehingga KPM bisa menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Risal Ramdani, memastikan stok beras nasional aman hingga Lebaran dengan cadangan mencapai 3,2 juta ton. Sementara minyak goreng disiapkan sekitar 30 ribu kiloliter per bulan.

Penyaluran dilakukan langsung oleh Bulog tanpa melalui distributor guna menjaga efisiensi dan pengawasan. Total beras yang akan didistribusikan mencapai 664.800 ton dan minyak goreng sekitar 132.900 kiloliter. Distribusi mencakup seluruh Indonesia, termasuk wilayah Indonesia Timur seperti Makassar dan daerah kepulauan yang rawan stok.

Target Selesai Sebelum Akhir Maret

Pemerintah menargetkan sisa pencairan bansos triwulan pertama rampung sebelum akhir Maret 2026. Untuk PKH, sisa sekitar 10 persen diperkirakan cair dalam waktu dekat. Begitu pula BPNT dengan sisa sekitar 8 persen, terutama bagi penerima baru.

Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, mencegah lonjakan inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa tekanan ekonomi.

Masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos melalui aplikasi Cek Bansos atau laman resmi cekbansos.go.id dengan memasukkan NIK, nama, dan wilayah. Untuk informasi distribusi bantuan pangan, masyarakat juga dapat memantau kanal resmi Bulog atau menghubungi layanan pelanggan.