BFI Finance Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Jaga Kepercayaan Investor
Sumber Foto: Infobanknews
Ekonomi

BFI Finance Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar untuk Jaga Kepercayaan Investor

Poin Penting

PT BFI Finance Tbk (BFIN) siapkan buyback saham maksimal Rp100 miliar (≤1 persen modal) untuk menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar

Buyback berlangsung 3 bulan sejak 20 Februari 2026 di Bursa Efek Indonesia lewat PT Trimegah Sekuritas Indonesia, memakai kas internal tanpa dampak material

Laba hingga September 2025 Rp1,16 triliun (+4,69 persen yoy); pendapatan Rp5,02 triliun (+6,57 persen).

Jakarta – PT BFI Finance Tbk (BFI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) BFIN senilai maksimal Rp100 miliar.

Langkah tersebut dilakukan untuk merespons kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan dan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar modal.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 20 Februari 2026, manajemen BFI Finance menyatakan, buyback saham tidak akan melebihi 1 persen dari modal disetor perseroan. Setelah pelaksanaan, saham yang beredar (free float) tetap minimal 40 persen dari modal disetor.

“Pelaksanaan buyback ini tidak memiliki dampak material terhadap kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” tulis manajemen BFIN.

BFI Finance akan membeli saham melalui pasar reguler di BEI dengan menggunakan jasa PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

Pelaksanaan Buyback Saham BFIN

Buyback saham BFIN akan dilaksanakan selama tiga bulan sejak pengumuman keterbukaan informasi pada 20 Februari 2026.

“Harga pembelian akan disesuaikan dengan pertimbangan wajar perseroan dan ketentuan peraturan yang berlaku,” tulis manajemen BFIN.

BFIN juga menegaskan bahwa dana buyback bersumber dari kas internal perseroan dan bukan dari pinjaman.

Analisis proforma menunjukan, bila buyback dilakukan senilai Rp100 miliar, dampak terhadap aset, ekuitas, laba bersih, dan rasio keuangan seperti return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) bersifat minimal, sehingga tidak mengganggu kinerja operasional.

Kinerja BFIN

Hingga September 2025, BFIN membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,16 triliun. Laba tersebut tumbuh 4,69 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp1,11 triliun.

Capaian laba tersebut ditopang oleh pendapatan bersih Perseroan mencapai Rp5,02 triliun pada kuartal III 2025, naik 6,57 persen dari Rp4,71 triliun.