BRIN dan Pemda Percepat Transformasi Teknologi Tambang Ramah Lingkungan
Sumber Foto: RRI.co.id
Teknologi

BRIN dan Pemda Percepat Transformasi Teknologi Tambang Ramah Lingkungan

KBRN, Entikong: Upaya menghadirkan teknologi tambang ramah lingkungan semakin dipercepat melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan pemerintah daerah. Sinergi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan transformasi pertambangan rakyat yang selama ini masih menggunakan teknologi tradisional dan berisiko tinggi.

“Kerja sama riset dengan daerah menjadi langkah strategis dalam mengubah wajah pertambangan rakyat. BRIN siap mendukung Pemda dengan inovasi teknologi agar aktivitas tambang rakyat tidak lagi bergantung pada merkuri dan metode berbahaya,” ujar Abdul Haris Fakhmi, Ketua PERHAPI Kalbar, Kamis (27/11/2025).

Pemerintah daerah menyambut baik kolaborasi ini karena mampu memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan PETI. Teknologi yang dihasilkan nantinya akan diarahkan agar dapat diadopsi oleh kelompok penambang rakyat melalui skema koperasi atau RMC.

“Teknologi harus bisa digunakan masyarakat, bukan hanya berhenti sebagai penelitian. Riset aplikatif akan memastikan penambang dapat beralih ke praktik yang lebih aman dan produktif,” jelasnya.

Selain inovasi teknologi, kolaborasi ini juga akan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tambang berkelanjutan. Integrasi riset dan regulasi diharapkan mampu mempercepat legalisasi pertambangan rakyat melalui penetapan WPR dan IPR.

“Keberhasilan transformasi tambang rakyat membutuhkan dukungan regulasi, edukasi, dan teknologi yang berjalan beriringan. Saya memastikan bahwa kerja sama BRIN dan Pemda akan terus diperluas demi mewujudkan pertambangan emas rakyat yang legal dan ramah lingkungan,” katanya. (TP)