Cek Status Penerima Bansos Februari 2026 Lewat HP dengan NIK KTP
Sumber Foto: Kompas.tv
Sosial

Cek Status Penerima Bansos Februari 2026 Lewat HP dengan NIK KTP

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menetapkan mekanisme pengecekan status penerima bantuan sosial (bansos) periode Februari 2026 melalui handphone atau hp.

Masyarakat hanya perlu mengakses situs web resmi cekbansos.kemensos.go.id dan menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Langkah ini bisa dilakukan kelompok masyarakat yang masuk dalam peringkat kesejahteraan keluarga atau desil.

Kemensos menggunakan desil terbaru dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menyeleksi sasaran penerima bansos berdasarkan usulan pemerintah daerah dan masyarakat.

Langkah Cek Bansos via HP

Proses pencarian data penerima bansos melalui hp membutuhkan beberapa tahapan. Berikut urutannya:

Buka situs cekbansos.kemensos.go.id melalui peramban (browser) di hp.

Masukkan NIK sesuai data KTP.

Ketik huruf kode pengaman yang tertera di layar. Pengguna bisa menekan ikon refresh apabila kode tidak terbaca.

Tekan tombol "Cari Data".

Sistem akan langsung menampilkan rincian nama, kelompok desil, serta status kepesertaan bansos dari Kemensos.

Penentuan Kategori Penerima

Hasil pencarian tersebut menentukan jenis bantuan yang berhak diterima oleh masyarakat. Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kemensos Joko Widiarto memerinci pembagian hak penerima berdasarkan kelompok desil tersebut.

"Desil 1-4 (40 persen terbawah) dapat diusulkan menjadi penerima bantuan sosial PKH dan Sembako. Desil 5 masih bisa menjadi peserta PBI-JK," papar Joko, dikutip dari laman Kementerian Sosial.

Terkait beredarnya tabel pembagian desil berdasarkan pendapatan atau pengeluaran di internet, Kemensos menyatakan informasi tersebut tidak benar. Pengelompokan kesejahteraan keluarga ini murni mengukur variabel sosial ekonomi.

Indikator penentu desil mencakup keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan termasuk daya listrik, serta catatan kepemilikan aset.

Secara total terdapat 10 desil, dengan Desil 1 mewakili 10 persen keluarga tingkat kesejahteraan paling bawah, berurut hingga Desil 10 untuk kelompok paling atas.

"Desil bersifat dinamis, jika tidak sesuai dapat diperbarui melalui desa atau kelurahan dan Dinas Sosial, atau melalui aplikasi cek Bansos," tuturnya.