Framing Medsos Pesanan Ancam Kepercayaan Publik terhadap Media Mainstream
Sumber Foto: Ideatimes
Kutipan Publik

Framing Medsos Pesanan Ancam Kepercayaan Publik terhadap Media Mainstream

Kutipan News - Fenomena framing di media sosial yang dikenal sebagai 'preaming medsos pesanan' semakin marak, di mana narasi tertentu dibangun untuk kepentingan kelompok atau individu dengan menggiring opini publik tanpa dukungan fakta yang jelas.

Awal Kejadian

Praktik ini melibatkan penggiat media sosial yang sering kali mencomot informasi dari berbagai sumber tanpa melakukan verifikasi yang memadai. Potongan video, foto, dan kutipan dipublikasikan secara sepihak dengan narasi provokatif untuk menarik perhatian atau memenuhi kepentingan tertentu.

Perkembangan

Akibat dari tindakan tersebut, informasi yang beredar sering kali menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Hal ini berpotensi mengancam kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream serta informasi secara umum, membuat publik sulit membedakan antara informasi yang telah melalui proses jurnalistik dan opini liar di media sosial. Framing pesanan ini juga sering digunakan untuk menyerang personal, lembaga, atau pihak tertentu dengan narasi yang membentuk persepsi negatif, meskipun fakta utuhnya tidak mendukung.

Kondisi Terakhir

Jika budaya informasi semacam ini dibiarkan, dampaknya dapat merusak ruang demokrasi digital dan memicu konflik sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi penting agar masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya pada konten yang belum terverifikasi. Penggiat media sosial pun diharapkan memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi demi kepentingan sesaat, menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi dan penyebaran informasi yang sehat.