Hasil Survei Universitas Sriwijaya: Polda Sumsel Berhasil Tingkatkan Kepercayaan Publik
Sumber Foto: beritapagi.co.id
Kutipan Publik

Hasil Survei Universitas Sriwijaya: Polda Sumsel Berhasil Tingkatkan Kepercayaan Publik

Palembang, BP - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) berhasil meningkatkan tingkat kepercayaan publik, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya (Unsri). Survei ini dilaksanakan di seluruh Polres di jajaran Polda Sumsel pada periode 8 hingga 17 Desember 2022.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Alfitri M.Si., menyatakan bahwa hasil survei menunjukkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian di daerah ini cukup baik, dengan angka kepercayaan publik mencapai 62. Angka ini mencerminkan adanya perbaikan signifikan dibandingkan sebelumnya.

"Kepercayaan publik di Sumsel masih terjaga dengan baik, yang dipengaruhi oleh dinamika sosial politik yang ada di provinsi ini," ungkap Alfitri dalam acara Forum Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Survei di Ballroom Hotel Aston, Palembang, pada Kamis (29/12).

Meski hasil survei menunjukkan tren positif, Alfitri juga menekankan pentingnya perbaikan di beberapa aspek kinerja kepolisian. Ia menggarisbawahi perlunya meningkatkan kecepatan pelayanan, transparansi data informasi, serta mengurangi praktik pungutan liar (pungli) dan permintaan keuangan yang tidak jelas.

"Harapan masyarakat adalah polisi dapat menjamin tidak adanya lagi pungli dan mampu merespons dengan cepat ketika masyarakat menghadapi masalah, sehingga dapat menciptakan rasa aman," jelasnya.

Alfitri menambahkan bahwa sektor-sektor tertentu, seperti penanganan kasus kriminal dan keamanan masyarakat (kamtibmas), perlu meningkatkan responsivitas, terutama dalam menangani kasus pencurian.

Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Polda Sumsel, Kombes Pol Agus Santosa SH SIK, menyatakan bahwa kerjasama dengan Unsri dalam survei ini sangat bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja Polda Sumsel dan menemukan area yang perlu ditingkatkan. Ia juga mencatat bahwa di era media sosial, masyarakat dapat dengan cepat memberikan masukan dan keluhan terkait kinerja kepolisian.

Ketua tim survei Fisip Unsri, Dr. M Husni Thamrin MSi, menambahkan bahwa survei melibatkan responden dengan demografi yang bervariasi. Dari total responden, 68,20 persen adalah pria dan 31,80 persen adalah perempuan. Mayoritas responden memiliki latar belakang pendidikan SMA/sederajat (60 persen), sedangkan 21 persen memiliki pendidikan D4/S1.

Dalam hal persepsi terhadap program Quickwins Presisi, Polres PALI memperoleh indeks tertinggi sebesar 90,38 persen, diikuti oleh Polrestabes Palembang dengan 95,36 persen, dan Polres Muara Enim dengan 94,63 persen. Sebaliknya, Polres OKI dan Ogan Ilir mencatatkan indeks terendah masing-masing sebesar 82,58 persen dan 81,58 persen.

Indeks kepuasan masyarakat juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan Polres Muara Enim memperoleh nilai tertinggi sebesar 96,75 persen. Polrestabes Palembang dan Polres PALI mengikuti dengan indeks masing-masing 96,15 persen. Di sisi lain, Polres OKI dan Ogan Ilir mencatatkan nilai terendah di angka 86,97 persen dan 86,52 persen.

Untuk persepsi anti korupsi, Polres Muara Enim kembali menduduki peringkat tertinggi dengan indeks 97,06 persen, diikuti oleh Polres PALI dan Polrestabes Palembang. Sementara itu, Polres OKI dan Ogan Ilir menempati posisi terendah dengan indeks 84,42 persen dan 83,92 persen.

Secara keseluruhan, hasil survei ini mencerminkan kemajuan yang signifikan dalam kepercayaan masyarakat terhadap Polda Sumsel, meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai kinerja yang lebih baik di masa depan.