Kemenpar Gandeng Aktivis Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan dan Pengelolaan Sampah
Sumber Foto: Liputan6.com
Lifestyle

Kemenpar Gandeng Aktivis Dorong Wisata Bahari Berkelanjutan dan Pengelolaan Sampah

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak seluruh aktivis lingkungan untuk mewujudkan wisata bahari nasional yang tertata dan berkelanjutan.

"Indonesia memperkuat keselamatan dan keamanan pariwisata. Komitmen ini membutuhkan kekuatan kolektif untuk membentuk pariwisata bahari yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, memastikan lautan kita terus menginspirasi kemakmuran dan kebanggaan bagi generasi mendatang," ujar Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam keterangannya. Dikutip dari Antara, Selasa 3 Februari 2026.

BACA JUGA: InJourney Petakan Tiga Tantangan Strategis Pariwisata, Dorong Konektivitas hingga Promosi Global

Saat acara di Bali Ocean Days, Ni Luh mengatakan, sinergi yang kuat antarpihak menjadi hal yang sangat-sangat penting untuk mewujudkan wisata bahari Indonesia menjadi destinasi kelas dunia.

Ni Luh juga menekankan Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alamnya saja, tetapi juga berkomitmen nyata untuk menjaga lingkungannya yang indah.

Pemerintah masih terus memperkuat kebijakan-kebijakan yang mendorong keselamatan, keamanan, dan juga keberlanjutan pariwisata.

Aktivis lingkungan serta Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo menambahkan juga dalam mengatur wisata bahari, tentang masalah sampah menjadi tanggung jawab pribadi yang melekat pada setiap diri individu.

"Aktor pariwisata harus menyadari bahwa keindahan Bali yang luar biasa ini sebanding dengan usaha yang kita berikan. Kita harus mau repot dan berinvestasi untuk mengurus sampah," ucap Suzy.

Kolaborasi Menjaga Jantung Ekonomi Pariwisata

Suzy juga mengatakan pentingnya peran wisatawan dalam menjaga destinasi. Dalam hal tersebut, Suzy menilai bahwa operator wisata bahari tidak hanya melayani, tetapi juga membimbing dan mengajak wisatawan untuk berprilaku selaras dengan kelestarian alam.

"Ini membutuhkan kolaborasi dan struktur yang kuat untuk benar-benar mempertahankan keindahan alam Bali dan Indonesia," ucap dia.

CEO Wedoo Velerine Chanrakesuma mengatakan keberlanjutan lingkungan bahari meruapakan persoalan yang kompleks, harus dikerjakan secara gotong royong. Menurutnya, kesehatan laut adalah jantung dari ekonomi untuk pariwisata.

"Jika terumbu karang rusak dan ikan bermigrasi karena air yang tercemar, pesona menyelam dan berselancar kita akan hilang. Koral dan laut kita adalah salah satu yang terindah di dunia. Menjaganya bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk masa depan," kata Valerine.

Inovasi Teknologi dan Kisah Sukses Restorasi

Perbesar

Velerine membocorkan Wdoo telah menghadirkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume mencapai 95 persen. Inovasi tersebut dirancang untuk mematahkan hambatan logistik yang selama ini jadi tantangan daerah terpencil, sekaligus juga mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.

Velerine juga mendorong penguatan regulasi dan implementasi secara konsisten, agar destinasi tetap terlestasi dalam jangka panjang.

Sementara itu, Manajer Yayasan Karang Lestari, Komang Astika mengatakan juga bahwa pihaknya berupaya melindungi terumbu karang, dan telah mendapatkan pengakuan internasional melalui Desa Pemuteran, Bali.

Komang bercerita di desa tersebut sebelumnya menghadapi kerusakan ekosistem karang. Melalui berbagai inisiatig, termasuk penerapan metode biorock, masyarakat bersama-sama memulihkan kehidupan laut.

"Dengan mengamankan dan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas," kata Komang.

Perbesar