KPK Selidiki Keterkaitan Rokok Ilegal dengan Kasus Suap Bea Cukai
Sumber Foto: Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa
Hukum

KPK Selidiki Keterkaitan Rokok Ilegal dengan Kasus Suap Bea Cukai

Kutipan News - Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Foto/YouTube KPK)

BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kaitan peredaran maraknya rokok ilegal dengan hasil pengungkapan kasus dugaan korupsi importasi barang pada Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Dalam kasus ini, KPK berhasil membongkar peran Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai tersangka kasus suap importasi barang.

BACA JUGA

KPK Soroti Celah Korupsi dalam SPMB, Tekankan Akses Pendidikan Harus Adil dan Berintegritas KPK Tekankan Integritas Usai Eks Gubernur Nur Alam Gabung PSI KPK Geledah Tiga Lokasi di Bali Terkait Kasus Pemerasan Dokumen Imigrasi yang Jerat Silmy Karim

“Kemudian, terkait dengan cukai rokok. Apakah terkait juga dengan rokok ilegal yang saat ini marak? Salah satunya. Benar gitu,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat jumpa pers Jumat (27/2/2026).

Asep mengungkapkan salah satu modus diduga dari permainan rokok ilegal ini menggunakan cukai yang tidak seharusnya. Sebab, cukai rokok yang dibuat memakai mesin dengan rokok yang dibuat pakai tangan berbeda.

“Nah, seperti itu. Jadi, dia ada yang membeli cukai yang lebih rendah itu lebih banyak, dibandingkan dengan cukai yang lebih tinggi harganya, seperti itu. Sehingga negara dirugikan,” jelasnya.

“Kemudian, apakah produsen rokok akan dipanggil? Tentu. Ya. Terkait dengan, nanti, keterangan-keterangan dari orang ini. Dari siapa saja nih. Itu perusahaan mana, siapa saja? Seperti itu,” tambah Asep.

Meski begitu, Asep menyadari modus dari cukai ini masih perlu didalami lebih lanjut dengan memeriksa para saksi. Sebab, terungkapnya kasus korupsi salah satu pejabat DJBC bisa menjadi pintu dalam mengungkap pelanggaran cukai terkait rokok ilegal.

“Saat ini, ada di oknum DJBC ini, di bagian cukai ini, diterima oleh siapa? Pasti ada pemberinya gitu. Seperti itu. Namun, saat ini, memang belum bisa kita ungkap. Tapi, bukan dalam artian tidak akan. Kita akan susuri informasi tersebut gitu,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai tersangka kasus suap importasi barang pada Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Sebelumnya, KPK sejak awal telah menetapkan 6 orang tersangka, yakni;

1. Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026;

2. Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC);

3. Orlando (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (kasi Intel DJBC);

4. John Field (JF) selaku Pemilik PT Blueray

5. Andri (AND) selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray

6. Dedy Kurniawan (DK) selaku Manager Operasional PT Blueray.

Editor: Tarmizi Hamdi

TAG:

KPK Rokok Ilegal Korupsi importasi impor barang Bea Cukai

JANGAN TERLEWAT:

Klaim Pemerintah soal Kesejahteraan Guru, Seskab Teddy: Insentif Naik hingga...

BACA BERIKUTNYA:

KPK Bakal Panggil Sejumlah Produsen Rokok Terkait Kasus Suap di...

Komentar:

BERITALAINNYA

KPK Soroti Celah Korupsi dalam SPMB, Tekankan Akses Pendidikan Harus Adil dan Berintegritas

Minggu, 21 Juni 2026

KPK Tekankan Integritas Usai Eks Gubernur Nur Alam Gabung PSI

Minggu, 21 Juni 2026

KPK Geledah Tiga Lokasi di Bali Terkait Kasus Pemerasan Dokumen Imigrasi yang Jerat Silmy Karim

Minggu, 21 Juni 2026

KPK Terima Permohonan Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Minggu, 21 Juni 2026

KPK Dorong Maluku Utara dan Ternate Benahi Tata Kelola, Soroti Pengadaan hingga SPMB

Minggu, 21 Juni 2026

Nur Alam Gabung PSI, KPK Ingatkan Rekam Jejak dan Status Hukum Eks Koruptor Harus Dicermati

Minggu, 21 Juni 2026

BERITATERKINI

Siap Dipasok ke Ukraina, Inggris Uji Coba Rudal Jarak Jauh

DUNIA

39 menit yang lalu

Lebak Surplus Beras 240 Ribu Ton

EKBIS

1 jam yang lalu

Turki Mulai Ekspor Kapal Perang ke NATO

DUNIA

1 jam yang lalu

Australia Laporkan Kasus Perdana Flu Burung yang Mematikan

DUNIA

2 jam yang lalu

Bahlil: Pasokan Batu Bara ke PLN aman

EKBIS

2 jam yang lalu