KPK Usut Pegawai Bea Cukai Terima Gratifikasi dari Pengusaha Cukai
Kutipan News - Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 Februari 2026, 17:50 WIB
Add on Google
Haryanti Puspa Sari,
Robertus Belarminus
Tim Redaksi
Lihat Foto
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (27/2/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Salisa Asmoaji, mengelola dan menerima uang dari para pengusaha yang produknya dikenai cukai dan para importir.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, praktik korup itu dilakukan Salisa sejak November 2024.
“SA selaku pegawai pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan atau P2 Bea dan Cukai diduga menerima dan mengelola uang dari perusahaan yang produknya dikenai cukai, baik itu yang diproduksi di dalam negeri maupun juga barang impor yang produknya dikenai cukai dan juga para importir,” kata Asep, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Asep mengatakan, hal tersebut dilakukan Salisa atas perintah dari Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Budiman Bayu Prasojo, dan Kasubdit Intel P2 DJBC, Sisprian Subiaksono.
Baca juga: KPK Tangkap Budiman di Kantor Pusat Bea Cukai: Khawatir Hilangkan Barbuk dan Kabur
Dia mengatakan, uang yang dikumpulkan dan dikelola oleh Salisa tersebut disimpan di apartemen yang berlokasi di Jakarta Pusat sebagai “ safe house ” yang disewa sejak pertengahan tahun 2024 atas arahan langsung dari Budiman Bayu dan Sisprian Subiaksono.
“Uang itu diduga berasal dari dugaan tindak pidana korupsi terkait pengaturan jalur masuk importasi barang (kepabeanan) dan pengurusan cukai,” ujar dia.
Asep mengatakan, uang yang dikumpulkan dan kelola Salisa, diduga digunakan sebagai dana operasional, sejak Sisprian Subiaksono menjabat sebagai Kasubdit Intelijen.
Selanjutnya, pada awal Februari 2026, Budiman Bayu memerintah Salisa untuk membersihkan “ safe house ” atau rumah aman yang berlokasi di Jakarta Pusat.
Salisa, kata dia, memindahkan uang-uang tersebut ke safe house lainnya yang berlokasi di salah satu apartemen di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan.
“Penyidik kemudian melakukan penggeledahan di dua lokasi safe house dimaksud. Di mana penyidik menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah dengan total lebih dari Rp 5,19 miliar, yang disimpan dalam 5 buah koper,” tutur dia.
Baca juga: KPK Pamerkan Uang Rp 5,19 M dalam 5 Koper yang Disita dari “Safe House” Pejabat Bea Cukai
Berdasarkan fakta tersebut, Asep mengatakan, penyidik menyimpulkan bahwa Budiman dan Sisprian secara bersama-sama atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara.
“Termasuk menerima pemberian yang berkaitan langsung dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajibannya pada periode tahun 2024-2026,” tutur dia.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka baru.
KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap Budiman Bayu Prasojo untuk 20 hari pertama sejak tanggal 27 Februari sampai dengan 18 Maret 2026.
“Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK,” ucap dia.
Halaman:
1
2
Show All
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
Pegawai Bea Cukai
gratifikasi
KPK
uang gratifikasi
korupsi bea cukai
Budiman Bayu Prasojo
Lihat Nasional Selengkapnya
KPK Tangkap Budiman di Kantor Pusat Bea Cukai: Khawatir Hilangkan Barbuk dan Kabur
KPK: Pejabat Bea Cukai Pakai Uang Hasil Korupsi Importasi Barang KW untuk Beli Mobil Operasional
KPK: Budiman Perintahkan Pegawai Bea Cukai “Bersihkan” Safe House Usai Kena OTT
KPK Pamerkan Uang Rp 5,19 M dalam 5 Koper yang Disita dari “Safe House” Pejabat Bea Cukai
Kronologi KPK Tangkap Budiman Pegawai Bea Cukai Tersangka Impor Barang KW
Budiman Pegawai Bea Cukai Jadi Tersangka Berkat Temuan Rp 5 M di 5 Koper
Pilihan Untukmu
Terkini Lainnya
Pimpinan DPR soal 16 Mahasiswa Trisakti: Masih Tersangka tapi Belum Diproses
Nasional
19/06/2026, 22:09 WIB
Dasco di Mobil Komando Demo DPR: Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia!
Nasional
19/06/2026, 21:29 WIB
Mendagri Instruksikan Daerah Perkuat Koordinasi di Tengah Maraknya Demo
Nasional
19/06/2026, 21:22 WIB
Dukung Swasembada Pangan, Mendagri Teken SEB Integrasi LP2B ke Tata Ruang Daerah
Nasional
19/06/2026, 21:20 WIB
Pemulihan Permanen Pascabencana Dipacu, Infrastruktur Jadi Fokus Utama
Nasional
19/06/2026, 21:10 WIB
Mahasiswa Trisakti di Hadapan Dasco: Jangan Main-Main soal Perut Rakyat
Nasional
19/06/2026, 21:04 WIB
Percepat Program 3 Juta Rumah, Mendagri dan Menteri PKP Teken SKB
Nasional
19/06/2026, 20:52 WIB
Prabowo Perintahkan Persiapan Matang Timnas untuk Piala Dunia 2030
Nasional
19/06/2026, 20:51 WIB
Di Hadapan Mahasiswa, DPR Klaim Anggaran MBG Bakal Hemat Rp 70 Triliun
Nasional
19/06/2026, 20:40 WIB
Dasco Telepon Nanik Deyang hingga Bahlil di Hadapan Mahasiswa Demonstran
Nasional
19/06/2026, 20:30 WIB
DPR Janji Bawa Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah soal Masalah BBM hingga MBG
Nasional
19/06/2026, 20:21 WIB
John Herdman Belum Nonton Piala Dunia, Fokus Loloskan Timnas di 2030
Nasional
19/06/2026, 20:08 WIB
Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR, Mendagri Tinjau Penerima Bantuan Bedah Rumah
Nasional
19/06/2026, 20:07 WIB
Canda Erick Thohir, Prabowo Baru Mau Bertemu John Herdman jika Timnas Sudah Menang
Nasional
19/06/2026, 20:01 WIB
Dasco dan Saan Temui Mahasiswa di Depan DPR, Bicara di Atas Mobil Komando
Nasional
19/06/2026, 19:56 WIB
1
2
3
Next
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
1
MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes
2
Kelalaian Negara di Balik Pemadaman Listrik Bergilir
3
BGN Berbenah, Pengusaha MBG Protes: Siapa yang Sebenarnya Kelaparan?
4
Kata Prabowo soal Harga Minyak Dunia yang Akhirnya Turun
5
Di Balik Protes Pengusaha MBG: Keuntungan Bisnis di atas Kepentingan Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Now Trending
Bahlil Ungkap Akar Masalah Pemadaman Listrik di Indonesia
Mahasiswa Trisakti di Hadapan Dasco: Jangan Main-Main soal Perut Rakyat
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Mengaku Syarat Damai Belum Terpenuhi
Bos Pajak Sebut Coretax Kini Terhubung ke Data PLN, Bank, hingga Telkom
PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa
Kelalaian Negara di Balik Pemadaman Listrik Bergilir
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Beberkan Alasannya Siang Ini
Polisi Ungkap Alasan Tangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Highlight Edu
1
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027, Hanya Ada 4 PTS
Edu
2
7 PTN yang masih Buka Jalur Mandiri 2026 hingga Pekan Depan
Edu
3
Ekonom UGM Ungkap Strategi Finansial agar Tak Jatuh Miskin di Usia Senja
Edu
4
Daftar BEM dan Serikat Mahasiswa yang Gelar Demo di Jakarta Hari Ini
Edukasi
5
11 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2026 hingga Minggu Ketiga Juni
Edu
Terpopuler Lainnya
Close Ads




