Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 210: Analisis Kaidah Kebahasaan Kutipan Teks
Materi Bahasa Indonesia Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK Kurikulum 2013 edisi revisi 2018 memuat tugas menganalisis kaidah kebahasaan dalam teks kritik sastra dan esai. Pada Kegiatan 2 Tugas halaman 210, siswa diminta membaca kembali teks “Menimbang Ayat-ayat Cinta” dan “Gerr”, lalu mengidentifikasi kaidah kebahasaan beserta kutipan yang mendukung.
Kunci jawaban yang beredar menyajikan contoh analisis dalam bentuk tabel, yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menelaah pemahaman siswa terhadap materi tersebut.
Tugas Halaman 210: Analisis Kaidah Kebahasaan
Instruksi tugas: Bacalah kembali teks “Menimbang Ayat-ayat Cinta” dan “Gerr” di atas. Kemudian, analisislah kaidah kebahasaannya dengan menggunakan tabel.
Judul Teks: Menimbang Ayat-Ayat Cinta
- Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif
Kutipan: “Ini karena dalam karya sastra seharusnya terdapat ajaran moral, sosial sekaligus ketepatan dalam pengungkapan karya sastra.” - Penggunaan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari
Kutipan: “Karya sastra yang baik juga bisa menggambarkan hubungan antarmanusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan.” - Penggunaan istilah teknis
Kutipan: “Novel yang kemudian menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan karya sastra Indonesia, terutama yang beraliran islami, karena penjualannya mampu mengalahkan buku-buku yang digandrungi, seperti Harry Potter ini mengusung tema cinta islami yang dihiasi dengan konflik-konflik yang disusun dengan apik oleh penulisnya.” - Penggunaan kata kerja mental
Kutipan: “Ia dapat begitu fasih untuk menggambarkan tiap lekuk bagian tempat yang ia jadikan latar dalam novel tersebut ditambah dengan gambaran suasana yang mendukung sehingga seakan-akan mengajak pembaca untuk berwisata dan menikmati suasana Mesir di Timur Tengah lewat karya tulisannya.”
Judul Teks: Gerr
- Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif
Kutipan: “Ia bagian dari sejarah Indonesia yang sebenarnya penting sebagai bagian dari cerita pembangunan 194 Kelas XII Bahasa Indonesia ‘bangun’ dalam arti jiwa yang tak lelap tertidur. Putu Wijaya, pendiri dan tiang utama teater ini, melihat peran pembangunan ini sebagai ‘teror’—dengan cara yang sederhana.” - Penggunaan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari
Kutipan: “Orang memang bisa ragu, apa sebenarnya yang dibangun (dan dibangunkan) oleh teater Putu Wijaya. Keraguan ini bisa dimengerti.” - Penggunaan istilah teknis
Kutipan: “Sebuah riwayat yang tak mudah, seperti hampir semua grup teater di Indonesia.”
Melalui latihan ini, siswa diarahkan untuk mengenali ciri kebahasaan yang lazim muncul dalam teks kritik sastra dan esai, sekaligus membuktikannya melalui kutipan yang relevan dari teks yang dianalisis.




