Kunci Sukses Public Speaking di Era 4.0: Tiga Komponen Utama
Sumber Foto: Universitas Airlangga Official Website
Kutipan Publik

Kunci Sukses Public Speaking di Era 4.0: Tiga Komponen Utama

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) menyelenggarakan webinar bertajuk “Public Speaking as Essential Skill in 4.0 Era” pada Kamis, 31 Agustus 2023. Acara ini menghadirkan Silkania Swarizona SIP MIP CPS, seorang presenter berita TVRI dan alumnus UNAIR, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Silkania menekankan pentingnya kemampuan public speaking di zaman sekarang. Ia menjelaskan bahwa public speaking berbeda dari komunikasi sehari-hari, karena bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Oleh karena itu, keterampilan ini tidaklah mudah dan memerlukan latihan.

Silkania juga mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi oleh komunikator, yaitu rasa takut ketika berbicara di depan umum. Ia menjelaskan pentingnya penguasaan materi dan penyesuaian diri dengan audiens. "Menyesuaikan diri penting untuk menarik perhatian audiens. Jika kita tidak mengetahui siapa audiens kita, kita bisa mengamati dan menciptakan suasana yang menyenangkan terlebih dahulu," ujar Silkania.

Tiga Komponen Utama dalam Public Speaking

Dalam sesi tersebut, Silkania merujuk pada penelitian Albert Mehrabian yang mengidentifikasi tiga komponen penting dalam public speaking, yang dikenal dengan istilah 3V: visual, vokal, dan verbal.

  • Visual: Silkania menjelaskan bahwa visual merupakan elemen kunci dalam proses komunikasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek visual mencakup gestur, kontak mata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. "Komunikasi itu sebenarnya 10 persen pesan yang disampaikan, sedangkan 90 persen adalah kesan yang diterima audiens dari komponen visual, termasuk penampilan," jelasnya.
  • Vokal: Komponen kedua adalah vokal, yang mencakup besar kecilnya suara, penggunaan filler words, intonasi, penekanan kata, dan energi yang disalurkan kepada audiens. Komponen ini sangat berpengaruh terhadap cara pesan diterima.
  • Verbal: Komponen verbal meliputi penyampaian yang teratur, terstruktur, dan terukur. Silkania menyarankan agar setiap topik diawali dengan pembuka yang menarik, diikuti dengan isi yang jelas, dan diakhiri dengan kesimpulan, kritik, atau ajakan.

Silkania, yang juga merupakan dosen di Universitas Negeri Surabaya, menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum dapat dilatih. "Setiap orang dapat berkomunikasi dengan menyesuaikan tujuan dari komunikasi itu sendiri, apakah untuk menginformasikan, menjelaskan, menghibur, mempengaruhi, atau meyakinkan audiens," tambahnya. Ia mencatat bahwa meskipun ada individu yang memiliki bakat alami dalam public speaking, latihan yang konsisten dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang.