Nasir Djamil: Pernyataan Jokowi Soal UU KPK Dinilai Mengada-ada
Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut revisi UU 30/2002 tentang KPK menjadi UU 19/2019 sebagai keinginan DPR mengada-ada.
Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Mohammad Nasir Djamil menyebut sebuah produk UU tidak mungkin berjalan tanpa ada kehendak eksekutif maupun legislatif.
“Saya tahu pembahasan itu akan bisa jalan kalau salah satu atau dua pihak setuju. Rancangan undang-undang atau perubahan apa pun tidak akan bisa jalan kalau salah satunya tidak setuju,” kata Nasir Djamil di bilangan Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026.
Termasuk dalam pembahasan Revisi UU KPK bisa menjadi undang-undang tidak lepas dari DPR dan pemerintah, dalam hal ini Joko Widodo saat masih menjadi presiden.
“Jadi sebenarnya apa yang disampaikan Pak Jokowi itu sesuatu mengada-ada, bahkan cenderung lupa dengan apa yang pernah dia lakukan,” tegasnya.
Nasir Djamil kembali menegaskan, Jokowi selaku presiden kala itu tidak mungkin tidak mengetahui dan tidak setuju hingga akhirnya UU KPK disahkan.
“Jadi kalau Pak Jokowi pada waktu pembahasan tidak setuju, maka enggak bisa jalan itu barang,” tuturnya.
Ia menambahkan, sekalipun Jokowi membantah tidak menandatangani draft RUU KPK 2019 lalu, regulasi menyatakan RUU tersebut akan tetap sah dalam 30 hari kemudian.
“Oleh karena itu sekali lagi memang apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu sesuatu yang dalam pandangan saya absurd juga,” pungkasnya.
BACA JUGA:
Projo: Pilar Kemenangan Jokowi Adalah Relawan, PDIP, dan Rakyat
Projo ke JK: Jokowi Menang atas Kehendak Rakyat!
EDITOR: DIKI TRIANTO
TAGS
JOKO WIDODO
UU KPK,
< SEBELUMNYA
DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja
BERIKUTNYA >
Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
FOLLOW US
ARTIKEL LAINNYA
Politik
Singgung Hasan Nasbi, Prabowo Tak Perlu Tambah Jabatan Komunikasi di Istana
Politik
Polri Tugaskan Personel di Arab Saudi untuk Amankan Jemaah Haji
Politik
Masyarakat Jangan Tergiur Tawaran Haji tanpa Antre
Politik
Kehadiran Prabowo di May Day Harus Bawa Perubahan Nasib Buruh
Politik
Gibran Doakan Kelancaran Ibadah Jemaah Haji
Politik
Putusan MK soal Pimpinan KPK Tegaskan Independensi Tetap Terjaga




