Pemerintah Pastikan 90% Penyaluran Bansos Jelang Ramadan 2026
Kutipan News - JP Radar Kediri – Angin segar berembus bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 2026, pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler hampir rampung sepenuhnya.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan telah berjalan on-track dan mencapai angka psikologis yang menenangkan masyarakat.
"Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako," ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (25/2) malam.
Percepatan ini dilakukan agar masyarakat prasejahtera dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Tidak tanggung-tanggung, pemerintah menggelontorkan anggaran bansos reguler sebesar Rp1,8 triliun khusus untuk ketiga wilayah ini. Dana tersebut ditargetkan menjangkau 1.763.038 keluarga agar roda perekonomian di daerah terdampak bencana segera pulih.
Rincian "Bansos Adaptif" dan Uang Tunai Tambahan
Kemensos juga memperkenalkan skema Bansos Adaptif tahap pertama dengan total anggaran Rp632,8 miliar. Bantuan ini dirancang khusus untuk korban bencana dengan rincian yang sangat spesifik dan bermanfaat langsung.
Berikut adalah daftar bantuan tambahan yang disiapkan:
Jaminan Hidup (Jadup)
Bagi warga yang sedang menjalani masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah memberikan uang tunai sebesar Rp450.000 per bulan selama tiga bulan.
Total Anggaran: Lebih dari Rp238 miliar.
Penyalur: PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Syarat: Data penerima telah diverifikasi Pemda dan disetujui Mendagri.
Bantuan Isi Hunian
Warga yang rumahnya rusak dan kini tinggal di Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), atau rumah sewaan, berhak mendapatkan dana Rp3 juta per keluarga. Bantuan ini menyasar lebih dari 47 ribu KPM untuk membeli perabot rumah tangga dasar.
Stimulus Ekonomi
Untuk membangkitkan kembali mata pencaharian korban bencana, pemerintah memberikan modal usaha sebesar Rp5 juta per keluarga.
Santunan Ahli Waris
Hingga akhir Februari 2026, santunan kematian telah diserahkan kepada 990 ahli waris dengan total nilai mencapai Rp14 miliar.
"Proses ini terus berjalan cepat. Setiap ada surat masuk dan ahli waris ditemukan, dana langsung kami salurkan ke tiga provinsi tersebut tanpa penundaan," pungkas Gus Ipul.




