Penguatan IHSG Didukung Saham Bank Besar
Sumber Foto: RCTI+
Ekonomi

Penguatan IHSG Didukung Saham Bank Besar

Kutipan News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 1,10 persen pada penutupan perdagangan Jumat, mencapai level 6.175,53. Kenaikan ini membawa IHSG naik sekitar 4,24 persen sepanjang sepekan.

Awal Kejadian

Penguatan indeks ini didorong oleh performa saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi kontributor utama dengan sumbangan 32,66 poin setelah harga sahamnya meningkat 9,8 persen menjadi Rp4.480 per unit.

Perkembangan

Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan 4,86 persen ke Rp6.475 per unit, menyumbang 26,47 poin. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 6,45 persen menjadi Rp2.970 per unit, berkontribusi 26,27 poin.

Dari sektor pertambangan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mengalami kenaikan harga sebesar 12,25 persen, menyumbang 18,11 poin bagi indeks. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 7,26 persen dengan kontribusi 16,61 poin, diikuti oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 7,14 persen dan menyumbang 13,04 poin. PT Astra International Tbk (ASII) juga berkontribusi dengan kenaikan 6,03 persen dan kontribusi 11,81 poin.

Saham lainnya yang memberikan dorongan positif terhadap IHSG termasuk PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang melonjak 35,58 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang masing-masing menguat 7,89 persen dan 8,37 persen.

Kondisi Terakhir

Dari segi sektoral, sektor keuangan mengalami penguatan terbesar, meningkat 2,34 persen, sedangkan sektor basic materials mengalami pelemahan sebesar 0,5 persen. Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,36 persen menjadi Rp17.921 per USD, dengan total penguatan sekitar 0,8 persen sepanjang pekan. Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.225-6.280 pada pekan berikutnya, dengan memperhatikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan data pertumbuhan kredit.