Penguatan Peran Kehumasan Pemerintah di Kalimantan Barat untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
Sumber Foto: kalbar.kemenkum.go.id
Kutipan Publik

Penguatan Peran Kehumasan Pemerintah di Kalimantan Barat untuk Meningkatkan Pelayanan Publik

Pontianak - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Barat mengadakan Kegiatan Penguatan Kehumasan dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-79. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran kehumasan dalam mendukung transparansi dan peningkatan pelayanan publik.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat di Kanwil Kemenkumham Kalbar, termasuk Pimti Pratama, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan humas UPT yang mengikuti acara secara langsung maupun virtual. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Praktisi Kehumasan Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Ronny Franky Sompie.

Pentingnya Peran Humas dalam Organisasi

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, Muhammad Tito Andrianto, membuka kegiatan dengan mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Andap Budhi Revianto, yang menekankan bahwa humas memiliki peran krusial dalam organisasi. "Humas bukan sekadar alat untuk memenangkan pertempuran, tetapi adalah jantung yang memompa kehidupan dalam sebuah institusi," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Dalam era digital yang semakin berkembang, peran humas juga semakin kompleks. Ronny Sompie mengingatkan bahwa humas pemerintah harus mampu beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk media sosial, untuk memahami kebutuhan publik. Ia juga menyoroti pentingnya keterampilan tradisional seperti menulis dan berbicara, yang harus dikuasai oleh praktisi humas.

Strategi Komunikasi dan Framing Berita

Ronny Sompie menjelaskan tentang teknik komunikasi media, termasuk framing, yang bertujuan untuk membentuk opini publik melalui pengemasan informasi. Ia menyatakan bahwa framing berita merupakan bagian dari teori agenda setting, di mana media berperan dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan publik tentang isu-isu penting.

Berita Berimbang dan Media Sosial

Dalam paparannya, Ronny juga menyinggung tentang pentingnya berita berimbang, yang harus disajikan secara objektif tanpa memihak kepentingan tertentu. Selain itu, ia membahas munculnya fenomena media darling, yaitu tokoh-tokoh yang populer di media sosial, yang juga mempengaruhi cara berita disajikan.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara para peserta, baik yang hadir langsung maupun secara virtual, untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang peran dan tantangan humas dalam pelayanan publik.