Pengusulan Pergantian Juru Kunci Gunung Winarum Menimbulkan Kontroversi di Sukabumi
Sumber Foto: kutipan news
Kutipan Kunci

Pengusulan Pergantian Juru Kunci Gunung Winarum Menimbulkan Kontroversi di Sukabumi

Sukabumi, Kutipan-news.co.id – Kontroversi muncul di kawasan Gunung Winarum, Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, setelah nama Abah Abun (80), juru kunci senior situs tersebut, dicoret dari struktur kepengurusan juru kunci. Abah Abun terkejut mengetahui bahwa namanya dan fotonya dihilangkan tanpa adanya penjelasan resmi.

Abah Abun yang telah mengabdikan diri sebagai juru kunci sejak tahun 1975 merasa kecewa atas keputusan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini ia meneruskan tugas neneknya, Ibu Enah, yang juga merupakan penjaga makam para penyebar Islam di Gunung Winarum. "Dulu tempat ini masih hutan, aksesnya pun sulit ditempuh. Saya ikut membangun jalan, mushola hingga sumur tujuh yang kini jadi pemandian spiritual," ujarnya.

Abah Abun mengetahui bahwa namanya tidak tercantum dalam daftar 23 juru kunci baru melalui rekannya, Mak Ocon, yang memiliki hubungan kekerabatan. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan mengenai pencoretan namanya, dan merasa dirugikan secara sepihak. "Kalau memang ada pergantian, setidaknya ada pemberitahuan resmi. Sampai sekarang saya belum menerima surat keputusan pemberhentian," tambahnya.

Pencoretan Terkait Gugatan Tanah

Kepala Desa Cisolok, Hendi Sunardi, mengonfirmasi bahwa pencoretan Abah Abun dari kepengurusan juru kunci berkaitan dengan gugatan tanah yang diajukan Abah Abun terhadap pemerintah desa. "Dia menggugat pemdes soal tanah kas desa, ya otomatis dia tidak bisa lagi masuk dalam kepengurusan. Kami sudah mencoba mediasi, tapi kalau sudah masuk ke ranah hukum, beda urusan," ujarnya saat dihubungi.

Hendi menjelaskan bahwa lahan yang dihuni Abah Abun di bawah Gunung Winarum dan padepokannya merupakan tanah kas desa yang kini menjadi objek sengketa. "Gunung Winarum ini adalah aset desa. Kalau dia jadi pengurus, harus ikut aturan desa. Hak untuk menjadi juru kunci memang ada, tapi kalau menggugat pemerintah desa, wajar kalau dia dikeluarkan dari kepengurusan," tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Abah Abun bukanlah warga asli daerah tersebut, melainkan menikah dengan orang setempat. "Kami tidak melarang dia beraktivitas, tapi kepengurusan harus mengikuti aturan," pungkas Hendi.

Gunung Winarum Sebagai Tempat Spiritual

Gunung Winarum dikenal sebagai lokasi spiritual dengan makam-makam keramat yang diyakini sebagai petilasan penyebar Islam. Di kawasan ini, terdapat nama-nama seperti Eyang Rembang Sanca Manggala, Eyang Lendra Kusumah, dan Raden Syeh Hasan Ali, yang memiliki nilai sejarah mendalam sejak sebelum masa Presiden Soekarno.